Oleh: rioardi | September 26, 2017

Masya Allah, Bumi Diciptakan Sebelum Langit Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

JAKARTA – Sesungguhnya penciptaan alam semesta, penciptaan manusia, Bumi dan langit adalah perkara gaib yang tidak bisa ditangkap oleh indra manusia. Namun, Allah meninggalkan bagi manusia petunjuk dan bukti bersifat empiris dan materiil pada bongkahan-bongkahan batu untuk membantu mereka lebih mengetahui dan mengungkap ihwal penciptaan jagat semesta ini.


Dalam buku ‘Sains dalam Alquran’ yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan bahwa Bumi diciptakan sebelum langit.
BERITA REKOMENDASI

Masya Allah, Bumi Dahulu Hanya Miliki Satu Benua dalam Penjelasan Alquran dan Sains
Ternyata! Manfaat Gerakan Salat Dijelaskan Alquran dan Sains
Masya Allah, Matahari sebagai Penentu Waktu Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu,” Surah Al-Baqarah Ayat 29.

Sebagian mufasir, di antaranya Ibnu Katsir, berpendapat bahwa Allah pertama-tama menciptakan Bumi, baru kemudian menciptakan tujuh langit. Ibnu Katsir menambahkan bahwa penataan Bumi agar siap dihuni manusia dilakukan setelah penciptaan langit dan Bumi.

Para ulama kontemporer menyatakan bahwa Bumi diciptakan dari langit yang masih berbentuk asap melalui empat tahapan atau masa secara berturut-turut dan pada saat yang sama pembentukan langit yang masih berbentuk asap melalui dua tahapan sudah selesai.

Kemudian penataan Bumi, yaitu pembuatan pelindung yang berupa atmosfer, air, dan bebatuan, dilakukan setelah itu. Ini sesuai dengan firman Allah, “Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,” Surah An-Nazi’at Ayat 30-32.

Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Langit yang Dipenuhi Pintu-Pintu

Ahli-ahli astronomi berpendapat bahwa unsur-unsur yang terdapat di alam semesta telah selesai diciptakan melalui proses peleburan inti atom atau fusi nuklir, yaitu dengan dua tahapan. Pada tahap pertama, terbentuk unsur-unsur ringan secara langsung setelah terjadinya ledakan alam.

Pada tahap kedua, terbentuk unsur-unsur berat dan sebagian materi ringan pada waktu ledakan terjadi.
(ahl)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: