Oleh: rioardi | Januari 18, 2010

Hujan Bentuk Air Terjun Langka di Uluru

INILAH.COM, Jakarta – Hujan lebat yang membanjiri sebagian besar padang pasir di Australia telah membentuk air terjun langka dari monolit Uluru atau Ayers Rocks.

Banjir yang menyapu sebagian besar timur benua itu, setelah siklon tropis bulan lalu, mendorong gelombang hijau di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, ke batu merah raksasa.

“Ini adalah sesuatu yang tidak banyak orang alami, melihat taman pada waktu seperti ini, tahun tanaman hijau dan bunga-bunga yang akan keluar,” kata manajer taman Christine Burke.

“Ini waktu sangat menarik di taman sekarang untuk melihat apa yang terjadi, setelah hujan dan itu terlihat indah,” katanya kepada radio pemerintah.

Terletak di dekat Sturt Desert yang semi gersang, Uluru biasanya hanya menerima 12 inci hujan per tahun, dan Januari adalah bulan yang terpanas, terkering, dengan suhu hingga 45 derajat Celsius.

Sebaliknya kondisi mendung, rata-rata hanya lima hari dalam setahun.

Uluru adalah bagian suci dari mitologi suku Aborigin dan salah satu wilayah yang paling terkenal.

Australia saat ini sedang mempertimbangkan larangan memanjat karang. Larangan itu memberikan penghormatan pada masyarakat Aborigin, tetapi sepertiga dari 350.000 pengunjung tahunan masih melakukannya.[ito]


Responses

  1. hmm..salam blogger

    menarik juga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: