Oleh: rioardi | Januari 8, 2010

“Boediono & Miranda Menangis di Rapat FPJP”

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Boediono disebutkan menangis dalam rapat pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) terhadap Bank Century. Rapat itu digelar pada 13 November 2008.

Pengakuan itu dikemukakan mantan Direktur Pengawasan Perbankan BI Zainal Abidin saat menjawab pertanyaan anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Djafar, Gedung DPR, Jakarta, Kamis 7 Januari 2010.

“Selain Boediono, Siti Fadjrijah dan Miranda juga terlihat menangis saat menghadiri rapat itu,” ujar Zainal.

Siti Fadjrijah merupakan Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan. Sedangkan Miranda Goeltom adalah Deputi Gubernur Senior.

Boediono sendiri pernah mengatakan mendukung pengusutan FPJP jika melanggar hukum. Hal ini dikatakan Boediono saat bersaksi di rapat Panitia Khusus Angket Century DPR, Selasa 22 Desember 2009.

Boediono menilai perlu ditelusuri ke mana uang FPJP mengalir. “Siapa yang bertanggung jawab dan mengambil manfaat,” kata Boediono. “Kalau aliran dana tidak pada tempatnya, saya setuju untuk diproses secara hukum.”

Sebab, sambung Boediono, krisis satu bank akan mempengaruhi situasi perbankan secara umum. Meski demikian, Boediono menilai aspek hukum aliran dana FPJP harus dipisahkan dari keputusan bail out.

Sebelumnya, Bank Indonesia menggelontorkan FPJP ke Century yang besarnya hampir Rp 700 miliar. Namun, setelah penggelontoran dana itu, Bank Century malah kian terpuruk dengan rasio kecukupan modal yang minus.

Kondisi bank yang makin terpuruk inilah yang kemudian membuat BI membawa masalah ini ke Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Dalam rapat ini, Bank Century memenuhi tiga asas dan syarat-syarat untuk menetapkan Bank Century sebagai bank gagal.

Sehingga akhirnya diputuskan pada 20 dan 21 November 2008, Bank Century adalah bank gagal yang berdampak sistemik. Akibat keputusan ini, kemudian pemerintah mengucurkan Rp 6,7 triliun dalam bentuk penyertaan modal sementara, yang belakangan disebut bail out.


Responses

  1. Air mata buaya..Penipu…tidak ada yang bisa dipercaya…klau mmg airmata anda semua tumpah karena penyesalan…seharusnya anda semua berjuang untuk mengembalikan uang rakyat tersebut..anda semua lihat ..akibat perbuatan kalian semua…rakyat semakin menderita….tidak beradab…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: