Oleh: rioardi | Oktober 27, 2009

Gigi Retak Rawan Kuman

GIGI merupakan bagian tubuh paling keras. Meski begitu, organ untuk mengunyah itu bisa retak juga. Beberapa hal, terutama trauma, bisa meretakkan gigi.

Menurut drg Djunaidi Wisnu Satrija, dokter gigi RS Spesialis Husada Utama Surabaya, trauma bisa terjadi, antara lain, karena kecelakaan atau mengunyah makanan keras. Misalnya, kacang-kacangan.

Trauma bisa juga terjadi saat memecah cangkang makanan laut yang keras. Saat dipaksa beradu dengan cangkang kepiting, misalnya, gigi bisa saja retak. ‘’Keretakan juga bisa terjadi karena konsumsi makanan berbeda suhu secara bergantian,’’ lanjut dia. Misalnya, setelah mengunyah bakso yang panas, gigi langsung diguyur es jeruk.

Bila keretakan yang terjadi tidak parah, hanya terjadi di area email (lapisan terluar gigi), tidak begitu panjang dan tidak begitu dalam, tak ada masalah. Meski, secara estetika, penampilan fisik gigi mungkin jadi tidak indah.

Yang jadi soal adalah jika keretakan sampai menyentuh lapisan dentin atau pulpa (ruang yang berisi saraf dan pembuluh darah). Gigi akan menjadi sangat sensitif. ‘’Terkena makanan dengan suhu panas atau dingin sedikit saja gigi terasa ngilu. Begitu pula saat mengonsumsi makanan yang terlalu manis, asam, atau asin,’’ imbuh dokter lulusan FKG Unair itu.

Djunaidi mengingatkan, jangan biarkan keretakan terus berlangsung. Bagian yang retak dan bercelah bisa terisi sisa makanan dan mengundang kuman bersarang. Apalagi, celah itu biasanya sulit dijangkau sikat gigi dan tak dapat dibersihkan.

Bakteri serta kuman, lanjut dia, akan membusukkan sisa makanan dalam bagian yang retak itu. Akibatnya, gigi mengalami karies (berlubang). Bahkan, bila sudah parah, pembusukan bisa merambah area pulpa dan menimbulkan abses. Pembusukan pada pulpa akan berdampak pada pembuluh darah dan saraf. Akibatnya, timbul rasa nyeri luar biasa. ‘’Makan dan tidur jadi tidak enak,’’ tutur bapak dua anak tersebut.

Karena itu, sebelum keretakan gigi menjadi parah, dianjurkan segera menambalnya. ‘’Kalau retaknya sudah sampai ke dalam, solusinya ya perawatan saraf atau endodontik,’’ jelasnya.

Pada proses perawatan saraf, lanjut dia, area pulpa yang berisi bakteri disucihamakan dulu. Setelah itu, gigi yang retak ditambal agar sisa makanan tak bisa masuk lagi. ‘’Sebaiknya, segera lakukan screening saat mengalami kondisi traumatik seperti kecelakaan untuk mengetahui adanya gigi yang retak atau tidak,’’ saran dia.(jpnn/hpz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: