Oleh: rioardi | Oktober 16, 2009

Mengapa Cincin Saturnus Hilang di 1984?

1INILAH.COM, Jakarta- Cincin Saturnus tampaknya tidak berubah selama bermiliar tahun. Namun 25 tahun lalu, semua teleskop serta pesawat luar angkasa tiba-tiba tidak bisa mengidentifikasinya.

Perhiasan planet itu diukir oleh terang bulan dan dibentuk oleh gravitasi. Petunjuk pertama yang mengindikasikan cincin Saturnus telah terganggu, terjadi pada 2006 dari pesawat ruang angkasa Cassini NASA, yang sedang mengambil gambar dari cincin terdalam planet bernama cincin D.

Cassini menemukan cincin yang menyala terang dan gelap secara bergantian. Ini memperlihatkan bahwa cincin itu tidak rata sempurna, tapi terdiri dari alur yang berada sekitar satu kilometer di dalam amplitudo.

Matius Hedman dari Cornell University di Ithaca, New York mengusulkan sebuah penjelasan atas fenomena ini. Dia membangun sebuah simulasi yang dimulai dengan asumsi sederhana yaitu sesuatu telah memiringkan cincin D dan membuatnya sedikit menjauh dari bidang khatulistiwa Saturnus. Ini mungkin disebabkan oleh sebuah komet atau asteroid.

Karena Saturnus tidak berbentuk bola yang sempurna, gravitasinya akan menarik secara tidak merata pada cincin D yang dimiringkan. Ini membuat cincin “bergetar” dari waktu ke waktu terhadap planet, seperti koin mulai melamban saat berputar.

Terutama di bagian cincin yang dekat dengan Saturnus, dimana gaya tarik gravitasi lebih kuat, dan akan bergetar lebih cepat daripada bagian yang lebih jauh. Perbedaan dalam tingkat getaran pada akhirnya akan menciptakan pola naik turun.

Hedman dan sejawatnya bisa mengulang rekayasa pembentukan pola naik turun yang terjadi d itahun 1984, saat titik miring awal dari cincin D terjadi. Cincin C Saturnus yang luas, keluar dari cincin D dan memiliki alur juga. Cincin C berukuran lebar sekitar 17.000 kilometer dari dalam ke tepi luar, dua kali lipat lebar cincin D.

Pola cincin C kurang dramatis dalam amplitudo 100 meter atau kurang, dan hal ini berdampak pada keluarnya batu atau komet. “Ini sangat sulit untuk dilakukan dengan satu obyek,” kata Hedman, yang mempresentasikan hasilnya minggu lalu pada pertemuan American Astronomical Society’s Division for Planetary Sciences di Fajardo, Puerto Riko.

Salah satu kemungkinan skenario yang terjadi adalah sebuah benda yang jauh lebih besar menarik asteroid di cincin. Atau sebuah perubahan cuaca yang dramatis menggeser gravitasi Saturnus.

Jika sebuah pita dari awan berada di bawah tekanan rendah planet, serta mempercepat dan sejajar dengan garis khatulistiwa memungkinkan untuk mengumpulkan lebih banyak massa di sana.[ito]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: