Oleh: rioardi | Oktober 15, 2009

PSPS Pekanbaru vs Arema Indonesia 0-0

1Sumber: http://www.ongisnade.net
Kegagalan memanfaatkan banyaknya peluang dan kemelut di depan gawang PSPS harus dibayar mahal Arema setelah ditahan imbang tanpa gol oleh tim promosi PSPS Pekanbaru.

Pelatih Arema, Robert Alberts, hanya melakukan satu pergantian dari susunan pemain melawan Persija dengan memasukkan Landry Poulangoye menggantikan Tommy Pranata.

Ini merupakan debut Landry sebagai pemain Arema setelah ITC-nya disahkan PT Liga Indonesia. Pemain asal Gabon itu absen ketika Arema menang 1-0 hari Minggu kemarin.

Arema tetap memainkan Noh Alam Shah sebagai striker tunggal, didukung tiga gelandang serang Roman Chmelo di tengah serta Ridhuan Muhammad dan M. Fakhrudin di kedua sayap.

Starting lineup Arema (4-5-1):
Markus, Purwaka, Pierre Njanka, Hermawan, Zulkifli, Landry Poulangoye, Ahmad Bustomi, M. Fakhrudin, Ridhuan, Roman Chmelo, Alam Shah
cadangan: Kurnia Meiga, Beni Wahyudi, Juan Revi, Roni Firmansyah, Tommy Pranata, Rahmat Affandi, Gerry Setya

Match Report

Kick off – PSPS Pekanbaru mengawali kick off babak pertama. Peluang pertama Arema dihasilkan Pierre Njanka melalui tendangan bebas yang masih melambung di atas gawang PSPS.

Menit 4 – Umpan terarah Ahmad Bustomi untuk Noh Alam Shah di dalam kotak penalti PSPS masih dapat dihalau lini belakang tim tamu. Semenit kemudian serangan Arema kembali mengancam gawang PSPS melalui kerja sama Roman Chmelo dan Alam Shah.

6 – Roman kembali membahayakan lini belakang PSPS meski berhasil dihalau bek jangkung Bassoken. Offside pertama Arema ketika Noh Alam Shah dan Roman berada di garis sejajar. Sesekali PSPS melakukan serangan balik mengandalkan Ade Suhendra dan Dzumavo.

8 – Peluang Arema oleh Noh Alam Shah dari serangan cepat sayap kiri M. Fakhrudin, namun striker timnas Singapura itu kalah cepat dengan lini belakang PSPS.

10 – Handball pertama oleh Ade Suhendra dan menghasilkan tendangan bebas di sektor kanan pertahanan PSPS. Tendangan bebas Roman Chmelo belum membahayakan PSPS.

17 – Tendangan penjuru pertama PSPS Pekanbaru oleh Putut Waringin Jati, dan seperti perkiraan nawak-nawak Aremania, kiper timnas Markus Horison (Haris Maulana) tidak kesulitan untuk terbang dan menangkap bola dengan aksi yang menjadi ciri khasnya.

21 – Tendangan bebas Zulikfli dari sayap kanan Arema, namun bola lepas dari penguasaan Noh Alam Shah. Arema lebih menguasai pertandingan dan mendominasi serangan, sedangkan PSPS banyak melakukan serangan balik, siapa lebih dulu membuka skor?

24 – Alam Shah! Striker timnas Singapura yang masih mencari gol pertamanya untuk Arema itu mendapat peluang emas ketika bola heading dari umpan Roman Chmelo melebar tipis di samping gawang Fance Hariyanto.

35 – Hingga lebih dari setengah jam, Arema yang terus menyerang pertahanan PSPS hanya mampu menghasilkan peluang, tanpa gol. Tendangan bebas Ahmad Bustomi digagalkan kiper PSPS, Fance Hariyanto. Banyaknya peluang yang dihasilkan Roman Chmelo dkk membuat Aremania semakin tidak sabar menunggu gol Arema.

45 + 2 – Hingga wasit Fiator Ambarita mengakhiri dua menit injury time babak pertama, Arema dan PSPS masih tetap bermain imbang tanpa gol.

46 – Babak kedua dimulai, masih terlihat optimisme Arema dan Aremania untuk memenangkan laga home keduanya. Dua menit pertandingan berjalan, ada tiga pemain Arema di kotak penalti PSPS, namun Roman Chmelo yang begitu berambisi mencetak gol gagal mengeksekusi peluang yang dimilikinya.

50 – Markus Haris Maulana melakukan kesalahan di kotak penalti Arema, untung Purwaka mampu membuang bola untuk mengamankan gawang Arema.

62 – Untuk menambah daya serang, Arema melakukan pergantian pemain dengan memasukkan striker Gerry Setya meggantikan M. Fakhrudin. Masuknya Gerry Setya cukup memecah konsentrasi lini belakang PSPS yang sepanjang satu jam sebelumnya fokus pada Noh Alam Shah.

68 – Dengan kondisi yang masih deadlock, PSPS mulai mengulur-ulur waktu dengan banyak terjatuh ketika terjadi benturan dengan pemain Arema. Salah satunya ketika kiper PSPS Fance Hariyanto yang tekapar setelah berbenturan dengan Noh Alam Shah.

73 – Serangan beruntun Arema dari kerjasama Alam Shah, Ahmad Bustomi, dan Roman Chmelo hanya menghasilkan tendangan penjuru. Bola rebound yang mengarah ke Landry juga masih belum mampu menembus gawang PSPS karena terbentur rapatnya pertahanan tim tamu.

75 – Dalam kondisi belum mencetak gol, Arema butuh seorang inspirator atau super sub, dan tidak salah bila Ronny Firmansyah masih menggantikan Ridhuan Muhammad.

85 – Pertandingan tinggal lima menit, tetapi Arema belum juga mencetak gol meski memiliki banyak peluang, salah satunya tendangan keras Gerry Setya yang melebar tipis di sisi kiri gawang Fance Hariyanto.

90 – Bustomi dilanggar Bussoken sedikit di luar kotak penalti PSPS yang membuat Arema memiliki peluang untuk memecah kebuntuan melalui set piece. Tendangan bebas dihadapi oleh Roni Firmansyah, sayang tendangan pemain bernomor punggug 10 itu masih melebar di atas gawang Fance Hariyanto.


Responses

  1. hehehe
    skor itu bakalan selalu ku ingat
    alana

    selalu akan keluar di kuis
    PRAKTIKUM KLIMATOLOGI kami..

    heheh

    nga kuis lagi kita bang????

  2. Hy….pemain nya Arema Indonesia M.Ridhuan kok baguzs banget yach mainya.Tolong kontrak teruz donk.Soalnya klo gak ada dia,aremania jadi nangis..
    SALAM SATU JIMA……..By Aremanita Kephanjen City

  3. Salam Satu Jiwa Arema……………..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: