Oleh: rioardi | Oktober 9, 2009

Ledakan di Bone, Diduga Meteor Jatuh

7WATAMPONE (RP) – Warga kota Watampone dan sebagian kecamatan di bagian utara Kabupaten Bone dikagetkan dengan ledakan beruntun sebanyak empat kali yang terjadi sekitar pukul 11.00 Wita, Kamis (8/10) kemarin.

Suara menggelegar yang terdengar jelas itu semakin membuat warga panik. Terlebih setelah getaran menyerupai gempa menggerakkan barang-barang sehingga warga berlari keluar dari rumah maupun kantor.

Bahkan seorang anak usia 7 tahun, Cantika yang akrab dipanggil Sugi, warga Palakka, tewas karena kaget usai mendengar gemuruh. Kamsir, sang ayah mengaku anaknya memang menderita penyakit jantung dan kerap kaget. “Setelah ledakan pertama, dia lari keluar dari rumah dan kembali baring. Mukanya berubah pucat dan badannya demam,” ujar Kamsir.

Menurut Kamsir, bunda Cantika, Indra, tidak mengira jika anaknya akan meninggal. Pasalnya saat baring, Cantika sempat diberikan bedak dingin. “Waktu itu, istri saya lagi lipat sarung dan saya di proyek. Setelah saya sampai di rumah, badan anakku ge-metar dan menghitam. Mungkin anak kami itu meninggal karena kaget,” tutur Kamsir, pasrah.

Ledakan keras di langit Bone masih misterius. Namun ahli astronomi semakin yakin, ledakan yang sempat membuat warga panik itu berasal dari meteorit. “Namun kita belum dapat memastikannya karena tidak ada warga yang menemukan benda tertentu atau memastikan di mana benda itu jatuh,” kata pakar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Jamaludin seperti dilansir detikcom, Kamis (8/10).

Keyakinan tersebut didasarkan dari data dan informasi yang dimiliki Lapan. Thomas mengatakan, sebenarnya ada juga dugaan benda yang menimbulkan ledakan dan cahaya terang di langit itu berasal dari sampah antariksa. “Setelah dianalisis, ternyata ada bekas roket yang akan jatuh ke bumi hari ini. Tapi berdasarkan informasi bahwa ledakan terjadi antara pukul 09.00 – 10.30 wita, dugaan itu luntur karena bekas roket itu tidak melintas di wilayah Sulawesi,” ujar Thomas.

Selain itu, dugaan meteorit semakin kuat karena pihak TNI telah memastikan tidak ada pesawat yang melintas di langit Sulawesi. “TNI sudah memastikan tidak ada pesawat, jadi satu-satunya kemungkinan mengarah kuat ke meteorit,” kata Thomas.

Di MAN 2 Watampone, seorang siswi bahkan pingsan setelah berlari keluar dari kelas dan menyaksikan sebuah bola api di langit. Sesaat setelah ledakan pertama, para murid SD 23 Jeppee, Tanete Riattang Barat, juga berlarian keluar sekolah. Sebagian menangis ketakutan. Untuk meredakan ketegangan, guru menenangkan muridnya dengan memegang dada murid guna mengetahui denyut jantung murid.

“Anak saya pulang sambil menangis dan menceritakan soal gempa. Sepertinya dia trauma,” tutur Tanti, ibu dari murid bernama Nouval. Getaran keras bahkan menjatuhkan lampu hias yang melekat di plafon rumah Najamuddin, warga Jalan Sungai Musi. Lampu kaca tersebut hancur dan menjatuhi meja tamu.

Tak jauh dari situ, dua kaca rumah milik warga bernama Rudi retak. Di Kecamatan Cenrana, warga menemukan keretakan di tanah tak lama setelah gempa. Bahkan getaran membuat panik warga di Pallime, Cenrana. “Mereka berbondong-bondong mengungsi ke desa tetangga karena takut ada tsunami,” kata Supri, warga setempat.

Sementara itu, bola api disusul asap tebal yang tampak jatuh dari langit tampak jelas di atas kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Jufri, seorang warga mengatakan, setelah ledakan pertama, ia keluar dari rumah dan melihat bola api kecil. “Di belakang bola api itu ada cahaya mirip petir yang berganti asap,” jelas Jufri.

Peristiwa yang berhasil di-rekam lewat kamera ponsel itu juga disaksikan banyak orang. Termasuk sejumlah undangan pada akad nikah putra bupati Bone A Muhammad Wahyudi Idris Galigo yang dihadiri Wagub Agus Arifin Nu’mang, Jalan Lapatau.

Agus yang duduk bertindak sebagai salah satu saksi mempelai pria sempat berbalik dan menanyakan asal-muasal ledakan itu. “Apa itu?” tanya Agus.

Tak lama listrik mati dan pembacaan ayat suci terhenti. Saat listrik kembali menyala, mike wireless tidak bisa beroperasi karena terbakar.

Setelah ledakan keras yang menggemuruh di langit, juru masak dan sebagian undangan penasaran dan keluar rumah. Namun akad nikah berlanjut dan berlangsung lancar.(dtc/jpnn/ila)


Responses

  1. wah klo beneran meteor mungkin bisa menjadi bahan bagus untuk penelitian para ahli astronomi, he3

  2. Wah Hebat yah di Bone dapat Hadiah dari Langit.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: