Oleh: rioardi | Oktober 2, 2009

Kasihan Tokek Jadi Buruan, Gara-gara Harganya Puluhan Juta

5LEBAK, KOMPAS.com – Maraknya perburuan binatang sejenis cicak atau tokek di Kabupaten Lebak, Banten, karena dikabarkan binatang melata tersebut bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS dan tumor.

“Saat ini warga beramai-ramai mencari tokek di perumahan maupun di pohon besar yang ada di kawasan hutan,” kata Didi (45) warga Cikatomas, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Rabu (30/9).

Ia mengatakan, perburuan tokek di Kabupaten Lebak semakin ramai karena nilai jual seekor tokek bisa mencapai jutaan rupiah.

Apabila warga menemukan tokek seberat 4 ons bisa dijual Rp 5 juta, bahkan jika di atas 6 ons akan mendapatkan uang puluhan juta rupiah.

Saat ini, harga satwa tokek yang menggiurkan itu ditanggapi serius masyarakat, sehingga banyak warga melakukan perburuan.

Perburuan dilakukan pada malam hingga dinihari karena binatang itu beraktivitas di malam hari. “Kalau siang binatang tokek itu tidur dan tidak beraktivitas,” katanya.

Menurut dia, tokek hasil perburuan itu mereka jual ke penampung di daerah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat. Setiap pekan, warga menemukan tokek seberat 3-5 ons dengan harga jutaan rupiah.

Menurut Adi (30), warga Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, saat ini telah membudidayakan binatang tokek karena nilai jualnya mencapai jutaan rupiah.

“Kami membudidayakan tokek ini hanya membesarkan saja karena tokek yang didapat dari perburuan warga dengan berat antara dua sampai tiga ons,” katanya.

Dia menyebutkan, apabila tokek itu beratnya sudah mencapai di atas empat ons maka ditampung pembeli dari Jakarta.

Selanjutnya, pembeli dari Jakarta itu juga menampung tokek dari berbagai daerah untuk diekspor ke luar negeri sebagai penyembuh obat HIV/AIDS dan anti tumor.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Nurly Edlinar, mengimbau masyarakat jangan melakukan perburuan satwa tokek karena dapat merusak ekosistem habitat lingkungan.

Meskipun, satwa tokek tersebut tidak termasuk binatang yang dilindungi pemerintah, tetapi manfaatnya bagi lingkungan sangat besar, seperti mamakan berbagai jenis nyamuk termasuk nyamuk aedes aegypti, jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah (DBD).

“Tingginya jumlah penderita DBD disebabkan berkurangnya tokek. Bahkan di Rangkasbitung satwa tokek sudah langka dan tidak terdengar lagi bunyi tokek di malam hari,” ujarnya.


Responses

  1. saya ada tokek mulai dari ukuran 0.5 s/d 2 ons, ada yang mau beli???? transaksi pertama jadi, saya siap stok tokeknya setiap minggu 250 ekor. alamat saya di Provinsi gorontalo… hub. 08124446560
    NB.
    aturan jual beli tidak perlu merepotkan kedua belah pihak..
    bapak datang saya siapkan barangnya

  2. Brngx ada tokek yg 2ons diwilayah III CIREBON mohon hubngi sy..

  3. harga tokek yang mahal bkn tokek hutan tapi tokek rumah. Tokek hutan gak ada harganya. Tapi tokek rumah tu berharga. ! 1ekor untuk 3 ons saya sudah bisa jual 150jt ke jepang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: