Oleh: rioardi | Juli 16, 2009

Wah, Pohon Sintetis Serap CO2 1.000 Kali Lebih Cepat

pohonJAKARTA, KOMPAS.com — Para ilmuwan telah merancang pohon sintetis yang bisa menangkap karbondioksida dari udara sebagai upaya untuk melawan peningkatan emisi karbon. “Pohon” ini bentuknya lebih mirip bangunan kecil daripada pohon, tapi bisa menyerap karbon 1.000 kali lebih cepat daripada pohon asli.

Satu pohon sintetis bisa menyerap satu ton karbondioksida per hari, setara dengan jumlah rata-rata yang dikeluarkan 20 mobil. Setelah disimpan dalam satu bilik, karbon tersebut akan dipadatkan dan disimpan dalam bentuk cairan untuk kemudian diuraikan.

Profesor Klaus Lackner dari Universitas Colombia telah mengerjakan konsep ini sejak tahun 1998. Ia belakangan bertemu dengan pejabat Departemen Energi Amerika Serikat, Steven Chu, untuk membahas perkembangan proyek ini. Lewat perusahaannya yang bermarkas di Tucson, Global Research Technologies, Lackner telah membuat model awal dan berharap bisa menghasilkan prototipe sempurna dalam 3 tahun ini.

Seperti dijelaskan Lackner, teknologi yang dipakai pohon sintetis ini mirip dengan yang biasa digunakan untuk menyerap karbondioksida dari cerobong asap di pertambangan batu bara. Bedanya, alat ini bisa digunakan di mana saja. Menurut Lackner, separuh dari total emisi karbon berasal dari sumber-sumber yang berukuran relatif kecil, termasuk mobil dan pesawat terbang, dan biasanya hampir tidak mungkin untuk diserap. Namun karena karbondioksida dalam udara biasanya sangat terkonsentrasi, alat yang dibutuhkan untuk menyerapnya juga bisa berukuran kecil.

Harapan Lackner adalah membuat pohon sintetis ini agar efisien untuk ukurannya. Dibandingkan dengan jumlah emisi karbondioksida yang bisa dihindarkan dengan penggunaan kincir angin besar, sebuah pohon sintetis dengan ukuran yang sama bisa menyerap karbondioksida ratusan kali lebih banyak.

Untuk membuat satu pohon sintetis dibutuhkan dana hingga 30.000 dollar AS, sebagian besar karena penggunaan teknologi untuk melepaskan karbondioksida dari penghisap gas. Sebagai tambahan, karena membutuhkan energi untuk beroperasi, maka alat ini sendiri juga menghasilkan karbondioksida jika dihubungkan dengan sumber tenaga. Menurut kalkulasi Lackner, untuk setiap 1.000 kg karbondioksida yang diserap, “pohon” ini akan menghasilkan 200 kg sehingga total karbondioksida yang sesungguhnya diserap adalah 800 kg.


Responses

  1. wow…keren banget tapi mengapa ya gedung dibilang pohon ?

    terus kalau memang gedung tersebut dapat menyerap CO2 apakah nanti O2 nga ikutan terserap ? dapatkah gedung tersebut mgebedainnya y ?

    ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: