Oleh: rioardi | Juli 12, 2009

Ditemukan, Rahasia Awet Muda

1INILAH.COM, Jakarta – Ilmuwan telah menemukan obat anti penuaan yang bisa berfungsi pada tikus. Penemuan itu bisa membuka jalan untuk membuat obat yang bisa dikonsumsi manusia.

Rapamycin, obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ tubuh diketahui bisa memperpanjang hidup tikus hingga 38%. Hal itu kemungkinan juga bisa menghambat proses penuaan pada manusia.

Rapamycin merupakan produk bakteri yang ditemukan di Easter Island. Awalnya dikembangkan untuk obat anti jamur yang belakangan diketahui penekan kekebalan yang mencegah penolakan transplantansi organ.

Kini bahan itu diketahui menghambat proses penuaan pada tikus, pertama kalinya diketahui memiliki efek pada mamalia. Tim yang terdiri dari 14 peneliti dari tiga institusi dipimpin David Harrison dari Jackson Laboratory di Maine, melaporkan pemberian rapamycin pada tikus mampu menambah daur hidup tikus yang biasanya mencapai 600 hari. Hasil itu dipublikasikan di journal Nature.

Namun pakar penuaan Matt Kaeberlein dan Brian K Kennedy dari University of Washington mengingatkan jangan langsung menggunakan rapamycin untuk memperpanjang umur. Efek kekebalan dari senyawa itu perlu diperhatikan.

Rapamycin diketahui memiliki pengaruh dalam hal penuaan organisme tingkat rendah dengan mempengaruhi enzim yang dikenal sebagai TOR yang berhubungan denagn pertumbuhan sel. Tikus betina yang diberi Rapamycin umurnya bertambah dari 1.094 hari menjadi 1.245 hari. Dan dari 1.078 hari menjadi 1.179 hari pada jantan atau naik 38% untuk betina dan 28% jantan.[ito]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: