Oleh: rioardi | Mei 11, 2009

PSPS Hapus Mitos

pspsMITOS PSPS tak bisa mengalahkan Persikota akhirnya terhapus, Ahad (10/5). Bermain di Stadion Rumbai, Askar Bertuah sukses menang 2-0 melalui gol April Hadi di menit ke-45 dan Agusrianto di menit ke-63. Dengan kemenangan ini PSPS mengkahiri kompetisi Divisi Utama Wilayah Barat di posisi runner-up.

Ya, dari sembilan pertemuan sebelumnya, PSPS memang belum pernah menang ketika berjumpa Persikota. Pada Ligina VIII, PSPS bermain imbang 2-2 di Stadion Rumbai dan menyerah 0-2 di Stadion Benteng, Tangerang. Selanjutnya di Ligina IX, PSPS justru takluk 1-2 di Rumbai dan bermain imbang 1-1 di Tangerang.

Skor 1-1 kembali berlanjut di Ligina X saat PSPS main di Stadion Rumbai. Tapi, di putaran kedua PSPS justru kalah telak dengan skor 1-6. Kemudian di Ligina XI, kedua tim bermain imbang 2-2 di Rumbai. Namun, PSPS kembali takluk 1-3 di Stadion Benteng. Musim ini, di putaran pertama, PSPS kembali imbang 2-2 di Tangerang. Satu-satunya kemenangan atas Persikota sebelumnya dicetak PSPS pada Ligina VI. Syofyan Hadi yang menjadi pelatih PSPS saat itu sukses menundukkan pasukan Persikota 1-0 yang dilatih Sutan Harhara.

‘’Akhirnya, mitos tak bisa menang dari Persikota terhapus,’’ ujar asisten pelatih PSPS, Afrizal kepada Riau Pos usai laga.

Dengan alasan ingin menghapus mitos inilah, pelatih Abdul Rahman Gurning batal memainkan pemain pelapis. ‘’Rencana saya memang akan memainkan pemain yang selama ini jarang diturunkan. Tapi, karena ada masukan kami harus menang untuk memecahkan mitos PSPS tak pernah menang dari Persikota, makanya saya turunkan skuad inti,’’ ujarnya.

Pada laga kemarin, PSPS memang tampil dengan kekuatan penuh. Dari awal kick-off, Dzumafo Efandi Herman terus membombardir pertahanan Persikota yang dikoordinir Yudi Khoiruddin, Fadly dan Lingga Ashadi. Tapi, beberapa peluang emas untuk mencetak gol terbuang sia-sia.

Di menit ke-30, Imam Faisal membuang peluang setelah mendapatkan umpan matang dari Ade Chandra Kirana. Bola lobnya sedikit tinggi dari mistar gawang Persikota. Berselang empat menit, giliran Cyril Emile Tchana gagal mencetak gol setelah menerima umpan crossing Herman. Tendangannya melambung tinggi, padahal hanya berjarak setengah meter dari mulut gawang Persikota.

PSPS baru bisa memecahkan kebuntuan di menit ke-45 lewat gol April Hadi. Pemain yang sudah mengoleksi tujuh gol ini berhasil memanfaatkan umpan crossing Herman dari sisi kanan pertahanan tim Bayi Ajaib.

Di babak kedua, Gurning memasukkan Isnaini untuk menambah daya dobrak. Hasilnya, lini pertahanan Persikota bertambah kocar-kacir. Tapi, gol tetap sulit untuk diciptakan. Persikota mengandalkan serangan balik mendapatkan peluang emas di menit ke-58 lewat tendangan jarak jauh Epala Jordan. Tapi, kiper Tarjaki Lubis mampu mengamankan gawangnya dari kebobolan.

Sulitnya mencetak gol, membuat Gurning memasukkan pemain berpengalaman Agusrianto untuk menggantikan Imam Faisal. Hasilnya, baru masuk empat menit, Agus langsung mempersembahkan gol buat PSPS. Pemain yang baru sembuh dari cedera engkel ini mampu memanfaatkan umpan April Hadi. Skor 2-0 ini bertahan hingga pertandingan usai.

Secara hasil, pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning mengaku puas tapi secara permainan, PSPS masih banyak harus diperbaiki menjelang tampil di Delapan Besar. ‘’Penyelesaian akhir masih jadi masalah. Pemain terlalu terburu-buru memanfaatkan peluang,’’ ujarnya

riaupos.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: