Oleh: rioardi | Mei 10, 2009

Pohon “SMS”, Apa Itu?

pohonPohon SMS? Apa ini jenis tanaman baru? Jika ingin melihat pohon ini, silakan datang ke Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Ini bukan pohon langka yang didatangkan dari negeri antah berantah. Tetapi ini bibit pohon yang dananya dikumpulkan dari hasil SMS alias short message service.

Sebanyak 10 ribu pohon berbagai jenis dari hasil “short message service” (SMS) billbord yang diselenggarakan Sampoerna Hijau, Minggu, mulai ditanam di kawasan Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu).

Area Marketing Manager PT HM Sampoerna Tbk wilayah Malang, Tutuko, mengatakan, dengan menggelar program SMS billboard yang berujung pada penanaman pohon itu, tidak lain wujud dari kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan.

Kesepuluh ribu pohon hasil SMS billboard tersebut akan ditanam di lima titik, yakni di kawasan Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) dengan jenis pohon trembesi dan mangga sebagai pohon pelindung, karena TKBJ merupakan kawasan terbuka hijau sekaligus fasilitas umum.

Selain di TKBJ, pohon-pohon tersebut juga ditanam di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Jln Kahuripan Kota Malang dengan jenis pohon trembesi sebagai penahan longsor, dan di lapangan Sampo dengan jenis pohon mangga.

Di samping penanaman di Kota Malang, Kota Batu juga mendapat jatah sebanyak 2.500 pohon, serta di Kecamatan Turen Kabupaten Malang sebanyak 2.500 pohon dengan jenis pohon produktif, yakni mangga yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Soemarjono, mengakui, pihaknya sekarang tidak lagi menanam pohon angsana. Masalahnya, pohon itu sering kali menjadi sasaran masyarakat untuk dimatikan.

Sebagai pengganti pohon angsana yang dijadikan pohon peneduh di tepi jalan, kata dia, pihaknya sudah memilah beberapa jenis di antaranya pohon tanjung, spatudea, saman, trembesi, dan mangga.

Menurut dia, penanaman pohon di Kota Malang ini perlu terus digalakkan. Apalagi kota itu semakin lama semakin minim ketersediaan oksigennya bagi masyarakat akibat banyaknya lahan yang beralih fungsi menjadi gedung perkantoran maupun perumahan.

kompas.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: