Oleh: rioardi | Mei 7, 2009

‘Lampu Kuning’ untuk Indosiar

imagesJakarta – Pendapatan PT Indosiar Visual Mandiri merosot cukup tajam. Mereka tak mampu memanfaatkan momentum Pemilu Legislatif. Betulkah ‘Si Ikan Terbang’ jadi korban persaingan industri televisi yang makin ketat? Lampu kuning untuk Indosiar.

Ketatnya persaingan di industri televisi swasta, kelihatannya, tak mampu diantisipasi Indosiar Visual Mandiri. Buktinya, di saat banyak stasiun televisi kebanjiran fulus dari iklan kampanye Pemilu Legislatif, kondisi TV yang berlogo ikan terbang ini justru semakin terpuruk.

Selama kuartal I 2009, Indosiar hanya memperoleh pendapatan senilai Rp 169,1 miliar. Artinya, terjadi kemerosotan pendapatan sekitar 9,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Celakanya, di kala pendapatan menyusut, beban usaha yang harus ditanggung malah terbang tinggi. Apabila di kuartal I tahun 2008 nilainya hanya Rp 133,3 miliar, kuartal I tahun ini naik menjadi 19,8% menjadi Rp 159,7 miliar.

Tak hanya itu. Beban lain-lain juga mengalami kenaikan 27,9% menjadi Rp 37,5 miliar. Alhasil, Indosiar harus menelan kerugian bersih Rp 20,6 miliar. Tak heran bila performa saham IDKM tidak mengundang minat investor.

Buruknya kinerja emiten berlogo IDKM itu tentu mengejutkan. Soalnya, pada kuartal I 2009 lalu banyak peserta Pemilu Legislatif yang beriklan di TV. Diperkirakan sekitar 60% duit iklan Pemilu Legislatif digelontorkan ke bisnis layar kaca.

Kerugian yang ditanggung perseroan boleh jadi bakal kian membesar. Maklum, akibat krisis ekonomi, pemasang iklan di televisi dan media cetak diperkirakan menurun dibanding tahun lalu.

Reza Nugraha, analis Bhakti Securities, mengatakan bahwa Indosiar merupakan korban dari persaingan bisnis pertelevisian yang semakit ketat. Dampak persaingan yang semakin ketat ini baru terasa ketika para perusahaan mengurangi anggaran iklannya.

Reza juga mengkiritik Indosiar yang tidak fokus menyasar segmen pasar. “Pada saat jumlah pemirsa tidak signifikan, para pengiklan juga akan menjauh,” kata Reza.

Meski begitu, tak berarti saham IDKM harus diabaikan begitu saja. Menurut seorang analis, Indosiar masih memiliki peluang untuk memperbaiki kinerjanya di kuartal II. Pemilihan Presiden, yang akan berlangsung di bulan Juli dan September depan, diperkirakan akan meningkatkan pendapatan iklan. Selain itu, perekonomian juga diharapkan mulai membaik.

Hanya saja, lanjutnya, investor sebaiknya tetap berhati-hati bila ingin melakukan transaksi. Selain tidak likuid, kinerja IDKM masih jauh dari menggembirakan


Responses

  1. Jgn patah smangat indos. Yg psti kmu bkl sukses lg bdw jgn lupa ya mega bollywoodnya di tayangin trus.qlo bisa billu barbernya diputar ya.

  2. cuma acaranya abdel dan mamah aja yg aku tonton dari indosiar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: