Oleh: rioardi | April 24, 2009

24 Tahun Janin Membatu di Perut

janin batuBATURAJA-Ny Painah (48) menggemparkan dunia kedokteran. Dari perut warga Desa Krujon, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan ini, ditemukan janin yang telah membatu selama 24 tahun (foto).

Janin bayi dengan berat sekitar 300 -4000 gr dan panjang 14 cm itu, kemarin berhasil diangkat tim dokter RS Dr Noesmir Baturaja. Menurut ketua tim operasi, dr H Hafiz Usman SpoG, kasus bayi membatu ini baru pertama kali terjadi di Baturaja. Dan ini merupakan salah satu fenomena langka. Kasus bayi membatu ini karena terjadi pengapuran atau pengerasan janin di dalam perut atau lithopedion.

Kasus bayi membatu di dalam perut ini diketahui tanpa sengaja. Ini setelah Painah memeriksakan dirinya ke dokter praktek spesialis kandungan dr H Hafiz Usman SpoG, lantaran mengalami pendarahan yang selama dua hari.

Dari hasil pemeriksaan Ultrasonografi (USG), dr H Hafiz Usman mendiagnosa Painah mengidap mioma uteri atau tumor jinak pada rahim. Namun, saat di-USG, ada objek yang membingungkan. Yaitu, ada objek asing yang berada di luar samping rahim, selain mioma uteri itu.

“Saat itu tampak seperti ada kalsifikasi (pengapuran) yang diduga kotoran tubuh,” kata Hafiz. Untuk mengetahui benda asing itu, sang dokter kemudian memutuskan melakukan operasi keesokan. Operasi dilaksanakan sekitar 09.00 WIB kemarin (22/4) dengan tim berjumlah lima orang. Setelah sekitar dua jam operasi, mioma uteri berhasil diangkat, termasuk rahim Painah.

Saat pengangkatan rahim, tim dokter mengalami kesulitan. Di bagian sebelah kanan perut Painah ditemukan benda asing lainnya sebesar genggaman tangan anak kecil. “Ketika dipisah terlihat ada tulang. Saat itu objek asing tersebut dipastikan janin bayi,” kata Hafiz yang ditemui pasca melakukan operasi, kemarin. Posisi janin membatu tersebut berada di luar rahim sebelah kanan di sekitar saluran telur.

Posisi janin yang berada di luar rahim memang janggal. Namun Hafiz mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi. “Janin bisa keluar rahim saat janin pecah,” jelas Hafiz. Ia juga menjelaskan, kehamilan di luar rahim (intra abdominal atau Extra uterin) memang sering terjadi. Nutrisi janin diperoleh dari tembuni atau plasenta yang masih membungkus janin tersebut.

Selain itu, di sebelah perut kiri Painah juga ditemukan lagi objek keras asing yang telah membatu. “Temuan kedua ini diyakini sisa tembuni atau plasenta janin yang tidak terserap dengan baik oleh tubuh sang ibu,” terang Hafiz.

Posisi janin di dalam perut dalam keadaan telungkup. Seluruh organ sudah mulai sempurna. Seperti, kedua tangan, paha, tulang iga, kedua kaki, dan kepala (tak terlihat) sudah terbentuk. Janin yang masih dilapisi jaringan tipis yang membuatnya mengeras.

Kondisi bayi tersebut berwarna merah khas daging dengan suhu yang dingin. Ketika diketuk, janin tersebut berbunyi layaknya sebuah batu. “Saya memperkirakan usia janin ketika meninggal sekitar 18 minggu atau sekitar 4 bulan dengan berat sekitar 300-400 gram,” ujar Hafiz memprediksi.

Sebelumnya menurut dokter spesialis kandungan ini, Painah pernah hamil pada tahun 1984. Namun setelah itu perut Painah kembali mengecil. Saat itu, bayi yang dikandung Painah dianggap ‘hilang’ karena perut Painah kembali normal seperti sebelum hamil. Ini disebabkan cairan yang ada di tembuni habis. Sehingga ukuran janin mengecil dan mengeras.

Hafiz memperkirakan, pengapuran janin tersebut terjadi karena kemungkinan besar disebabkan saat meninggal di dalam rahim, dan tidak terjadi pembusukan. “Yang terjadi justru pengapuran yang mampu bertahan hingga 24-25 tahun dalam perut sang ibu,” kata Hafiz.

Painah yang dirawat di ruang Flamboyan RS dr Noesmir Baturaja masih belum sadarkan diri pasca melakukan operasi besar. Selama janin tersebut masih berada di perut, Painah tidak bisa hamil. Selain itu, mioma uteri yang diidap Painah juga mempengaruhi kesuburannya.

Rumi, kakak perempuan Painah yang mendampingi Painah mengatakan, sekitar 1984 Painah mengandung anak pertama. Painah menikah dengan Sugianto. “Bahkan upacara selamatan tujuh bulan Painah mengandung pun sudah digelar,” kata Rumi.

Namun, masih kata Rumi, Painah tak kunjung melahirkan. Bahkan ukuran perut Painah kembali normal. Kehamilah Painah saat itu, merupakan kehamilan pertamanya. Hingga kini pasangan Painah-Sugianto belum dikaruniani seorang anak pun. (jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: