Oleh: rioardi | April 23, 2009

Manusia Terbang Sejauh 2.000 Km Demi Burung Bangau

yres2jluunTERBANG sejauh 2.000 km dengan menghabiskan waktu hampir 3 bulan. Itulah yang dilakoni para pemerhati konservasi hewan untuk memandu burung bangau yang akan bermigrasi ke Pantai Barat Florida Amerika Serikat.

Seperti diberitakan Telegraph.uk, Rabu (22/4/2009), perjalanan itu merupakan upaya untuk meningkatkan populasi burung bangau di alam liar. Pada 1941, jumlahnya hanya 15 ekor. Namun saat ini sudah menunjukkan peningkata menjadi hampir 200 ekor.

Untuk melakukan penerbangan membahayakan itu, organisasi pecinta hewan US Fisheries and Wildlife Services dan Whooping Crane Recovery Team, memandu kawanan burunga bangau yang akan bermigrasi di sepanjang pantai utara.

Perjalanan di mulai dari Pusat Konservasi Nasional Necedah di Wisconsin menuju Taman Konservasi di Florida. Pesawat yang didesain mengadaptasikan burung bangau itu akan memandu sebanyak 20 bangau.

“Jarak total migrasi mencapai 2.000 km dan dibutuhkan waktu selama 80 hari,” kata Joe Duff, pilot pesawat berusia 59 tahun.

Burung-burung itu tak bisa melakukan migrasi karena mereka mengikuti induk mereka. “Burung-burung bangau itu sekarang tidak memiliki induk dan kami menjadi induk palsu mereka. Kami ajarkan mereka untuk mengikuti pesawat menuju lokasi yang dituju,” tambahnya.

Selanjutnya, diharapkan mereka bisa melakukannya sendiri saat jalan pulang.

Program itu dimulai sebelum burung-burung bangau itu menetas. “Kami memulai dengan mempelajari burung bangau itu di Pusat Penelitian Patuxent di Maryland di mana sejumlah bangau di karantina,” terang Duff.

Kemudian tim mencoba memperkenalkan suara mesin pesawat agar bangau dapat mengenalinya sejak dini. “Saat usia sudah mencapai 50 hari, kami terbangkan mereka ke Wisconsin sebelum mereka belajar terbang,” papar Duff.

Menggunakan pesawat ringan, yang dilengkapi dengan kamera, Global Positioning System (GPS), serta pengeras suara, Duff dan keempat rekannya mampu berjalan sejauh 90 hingga 160 km per hari dengan kecepatan 60 km/jam.

Namun penerbangan hanya dapat dilakukan dalam cuaca yang lembab. “Kami hanya bsia terbang dalam suhu yang agak lembab dan itu terjadi tak lama setelah matahari terbit,” kata Duff.


Responses

  1. gila lho gw jg bsa pke alat mh??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

  2. Hebaaaaaat!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: