Oleh: rioardi | April 16, 2009

Ditemukan, Situs Makam Islam di Papua

Jayapura- Wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat memiliki potensi besar berbagai situs arkeologi sebagai kekayaan sejarah bagi perjalanan perkembangan peradaban bangsa Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Arkeologi Jayapura, M.Irfan Mahmud di Jayapura.

“Situs arkeologi yang ditemukan di Papua, termasuk Papua Barat adalah situs yang berkaitan dengan perkembangan antropologi, budaya, etnik dan peninggalan kolonial,” ujarnya.

Irfan mengatakan situs purbakala tertua yang ditemukan di Pulau Papua berusia pra sejarah, yaitu 40.000 – 30.000 tahun sebelum masehi. Situs yang berlokasi di Kabupaten Biak ini berupa gua-gua yang pada dindingnya dijumpai lukisan-lukisan gua dan fosil-fosil moluska atau cangkang kerang.

Kedua hal tersebut menandakan adanya kehidupan manusia pada masa lampau. Sementara itu, ditemukannya fosil moluska menjadi indikator penting adanya aktivitas manusia purbakala karena pada periode waktu tersebut menjadi makanan pokok bagi manusia pra sejarah.

Moluska adalah makanan yang mudah didapat dan diolah dibandingkan dengan harus berburu binatang darat yang butuh mengeluarkan banyak energi.

Lebih lanjut dia mengatakan, penemuan arkeologi di Biak ini merupakan jalan untuk merunut sejarah migrasi manusia ke Papua.

“Hal ini membuktikan adanya kontak-kontak awal manusia sebelum kolonial masuk ke Papua,” tandasnya.

Selain di Biak, penemuan dari zaman megalitikum terdapat di Situs Tutari, Kabupaten Jayapura. Di tempat ini ditemukan bongkahan batu berlukis berbentuk binatang-binatang melata.

Sementara itu, arkeologi dari zaman kolonial juga banyak ditemukan di beberapa daerah di Papua karena wilayah ini pernah diduduki bangsa Belanda sejak tahun 1900-an hingga pecah Perang Pasifik di tahun 1940-an.

Situs zaman kolonial ini misalnya Situs Ifar Gunung, Situs Asei Pulau dan Situs Hirekombe di Kabupaten Jayapura,

Situs lainnya adalah yang berkaitan dengan sejarah masuknya agama Islam ke Papua. Dibuktikan dengan ditemukannya Situs Makam Islam di Lapintal, Kabupaten Raja Ampat, Situs Islam di Pulau Nusmawan, Kabupaten Teluk Bintuni dan lain sebagainya.

Dengan potensi arkeologi yang demikian besar, Balai Arkeologi Jayapura membagi wilayah kerjanya menjadi enam, yaitu daerah Kepala Burung, Teluk Cenderawasih, Teluk Bintuni, Pantai Selatan dan sekitarnya, Pantai Utara dan sekitarnya serta Pegunungan Tengah.

Sejak sepuluh tahun terakhir ini, kegiatan penelitian dan pengembangan Balai Arkeologi Jayapura telah menemukan 89 situs yang sangat berharga, baik dari segi pendidikan dan budaya maupun wisata sejarah.[


Responses

  1. […] Excerpt from:  Ditemukan, Situs Makam Islam di Papua « Rio ardi blog […]

  2. silaturrahmi blog

  3. Saya selaku orang islam sangat bangga. Tpi , saya pengen nanyax, pa teroris tu orang islam..? Kl orang islam knpa bunuh dri, hukum islam bnuh dri haram hukum-a .tempat di neraka bukan di surga

  4. assalakm… dari Indonesia ya? senang science, arkeologi dan matematika?

    Indonesia dpt menjadi tempat yg cocok untuk riset2 bilangan 19 dan 7 di Al quran. Salah satu peneliti adalah Fahmi Basya (Indonesia). Silakan bisa lihat video Fahmi Basya di group ini.
    http://www.facebook.com/group.php?gid=5650653298&ref=mf

    Penelitian lain yg sedang dilakukan Fahmi Basya adalah tentang negeri Sulaiman As. Pak Fahmi yakin negeri Sulaiman terletak di Sleman, Yogyakarta. Anda boleh belum percaya. Anda boleh belum percaya, tetapi setidaknya silakan lihat alasan2 pembuktian kode2 dan fakta2 yg diutarakan pak Fahmi. Setikdaknya anda berkenan melihat alasan2 mengapa pak Fahmi begitu yakin di

    http://borobudur-alquran.blogspot.com/
    http://groups.yahoo.com/group/Informasi-Terbuai-Islami-2
    http://www.facebook.com/profile.php?id=1653163259
    http://www.ssq-dla.com

    Sy sangat berterimakasih jika anda me-reply ini, sy terbuka untuk diskusi mengenai penemuan pak Fahmi. Trimakasiii….🙂

    His name is Fahmi Basya (Indonesia). He greatly help this
    research (the number of 19 and 7 in quran)..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: