Oleh: rioardi | April 16, 2009

Ditangkap, Pembunuh Isteri Profesor USU

pembunuhMEDAN-TERUNGKAP sudah motif pasti penyebab tewasnya Onaya Siti Kadarsih (65). Pelaku bertindak nekad menganiaya istri guru besar FE USU, Profesor Dr H Bachtiar Hasan Miraza MEc itu hingga tewas, hanya lantaran uang 1 juta yang dimintanya tak dikabulkan.

Keterangan itu berhasil dihimpun dari pengakuan yang dibeberkan Andy Sitompul (26). Pria inilah (foto) yang diduga kuat sebagai pembunuh tunggal Onaya. Dini hari kemarin (15/4), dia diringkus polisi setelah mengembangkan kesaksian Bachtiar Hasan, suami Onaya.

Disebutkan Andy, dia sama sekali tidak ada dendam seperti dugaan yang sempat dicuatkan penyidik sebelumnya ketika mereka motif perkara. Andy bilang, dia memang hendak merampok dan menguasai harta Onaya dan keluarga.

Tapi saat menyatroni seisi rumah itu, Andy kesal karena hanya dapat 2 unit HP dan seperangkat perhiasan Onaya yang belakangan diketahui bukan emas, hanya imitasi.

Saat berpapasan dengan korban, Andy tak segan-segan meminta paksa uang kontan 1 juta. Tak diberi, ia kesal dan menganiaya hingga Onaya tewas, sementara Bachtiar sekarat.

“Waktu itu korban sedang tak punya uang kontan. Di situlah pelaku yang kesal, memukul linggis ke kepala Onaya yang tadinya sudah terkapar di tempat tidur,” beber Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Drs Baharudin Djafar Msi kepada sejumlah wartawan termasuk POSMETRO MEDAN, kemarin.

Beber Baharudin, pelaku yang tak tamat SMP itu masuk dengan cara memanjat dan bersembunyi sampai penghuni rumah tertidur. Pas lagi beraksi, Andy terlihat Bachtiar hingga kepala professor ini dipukul linggis hingga terkapar. Selanjutnya memukulkannya ke Onaya.

Karena yang diharapkan tak juga dapat, Andy harus puas dengan hanya membawa kabur 2 unit HP dan perhiasan imitasi milik Onaya.

Terungkapnya kasus ini setelah polisi berhasil membentuk sketsa wajah pelaku berdasarkan keterangan Bachtiar. Reaksi cepat polisi berhasil menggagalkan rencanya pria ini yang bermaksud hendak berangkat ke Sibolga.

“Tersangka berhasil diciduk setelah kita mendapat informasi dari korban (Prof. Bachtiar Hasan Miraja-red). Dari ciri-ciri pelaku, bertubuh gempal dan bermata cipit,” ujar Kasat Reskrim Poltabes Medan, Kompol Gidion Arif Setyawan melalui Kanit Jahtanras, Iptu Faidir SH.Atas perbuatannya, Andy disangkakan dengan Pasal 365 ayat 3 dan 4 KUHP tentang perampokan dengan kekerasan yang menewaskan korbannya. Untuk itu Andy terancam 15 tahun penjara.

Selain Andy, saat ini polisi juga sedang memeriksa intensif seorang pria berinisial AS. Pemuda itu adalah rekan sekamar Andy di kos-kosan mereka di Jalan Jamin Ginting, Gang Arihta, Padang Bulan Medan.

“Dia (AS) masih diperiksa. Bisa saja dia terlibat karena menyembunyikan seorang pelaku kejahatan,” akhir Baharuddin.

Ngaku Mahasiswa USU

POSMETRO MEDAN sempat menyambangi rumah kos tempat Andy ditangkap. Sayangnya warga di sana mengaku kurang mengenal sosok pemuda itu, termasuk M Br Sembiring (62), induk semang rumah kos-kosan itu.

“Memang dia (Andi-red) anak kos di rumah ini. Tapi dia tidak begitu aku kenal. Karena dia baru saja sekitar satu bulan tinggal di sini,” wanita berbadan gemuk itu saat dihampiri POSMETRO MEDAN.

Dibeberkannya, Andy bersama rekannya AS memasuki rumah kos itu 14 Maret lalu. Awalnya kedua pemuda itu mengaku sebagai mahasiswa asal kampus USU. Malahan Andy mengaku bakal diwisuda Oktober nanti.

Karena alasan itulah, M Boru Sembiring menerima Andy dengan membayar perbulan. Padahal dari seluruh kamar kos yang dia kelola, wanita yang mulai beruban ini selalu menetapkan biaya pertahun.

Tadinya sang induk semang itu sempat heran. Sebab saat pindah-pindahan itu, Andy dan AS tak mempunyai barang-barang sebagai mana layaknya anak mahasiswa lainnya. Andy dan AS hanya bawa ransel dan tas jinjing.

Selalu Tutupi Wajah

Begitu tahu Andy diringkus bersama rekan satu kosnya, barulah warga di sana sadar dengan tingkah pemuda itu selama tinggal di sana. Andy selalu menutup wajah pakai jaket sweter jika hendak keluar rumah. Selain itu, Andy tak pernah meninggalkan ranselnya meski entah ke mana.

M Boru Sembiring benar-benar tak menyangka, salah seorang anak kosnya buronan polisi. Waktu terjadi penangkapan di kos-kosan yang dia kelola itu, ibu paruh baya ini mengira, anak kosnya berkelahi.

Karena keributan itu di lantai atas, dia mencoba menghampiri. Dia terkejut begitu melihat rumah kosnya sudah ramai. Bahkan ia sempat kesal karena orang-orang itu masuk tanpa izin padanya.

“Kalian siapa? Kenapa ramai-ramai di sini?” tanya M Boru Sembiring, lalu dijawab, mereka adalah polisi yang hendak menangkap Andy lantaran merampok dan membunuh.(johan/elfitra/zulfadli)


Responses

  1. Many of guys write about this topic but you said really true words!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: