Oleh: rioardi | Maret 17, 2009

TEKNOLOGI: Kompor Gas Isi Sekam

TABUNG biru setinggi 80 cm di dapur Utami Fautngil Janan bukan berisi gas, melainkan sekam. Kulit padi itulah sumber gas untuk menyalakan dua kompor. Lidah api menyala biru jernih tanpa menimbulkan jelaga. “Praktis dan murah,” kata perempuan warga Surakarta, Jawa Tengah, itu.

Saat itu, Janan tengah menggoreng jamur tiram Pleurotus ostreatus dengan kompor berbahan sekam. Mula-mula ia meletakkan arang kayu membara di dasar tabung. Di atas bara, Janan menambahkan 6 kg sekam kering. Agar pasokan oksigen lancar, ia mengaktifkan blower yang berhubungan dengan tabung itu. Asap hasil pembakaran sekam mengandung gas metan berkadar 30% itulah yang menjadi sumber bahan bakar kompor.

Gas mengalir melalui pipa polivinilchlorida berdiameter 2,5 cm. Metan atau metana merupakan gas yang tak berbau, tanpa warna, mudah terbakar, dan sulit larut dalam air.

Gas sekam yang digunakan Janan itu hasil inovasi Soelaiman Budi Sunarto. Budi selama ini dikenal sebagai produsen bioetanol di Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Banyak Bahan

Menurut Budi, dengan 6 kg sekam, kompor menyala hingga 3 jam tanpa henti. Itu setara dengan 1,5 liter minyak tanah. Saat ini harga seliter minyak tanah Rp5.000 atau Rp7.500 per 1,5 liter. Sedangkan sekam di Karanganyar, Jawa Tengah, tak ada harganya.

Semakin besar volume bahan baku, kian lama kompor menyala. Sekam dapat ditambahkan ketika persediaan dalam tabung menipis. Itu setelah mengeluarkan sisa pembakaran sekam dalam tabung. Abu itu masih bermanfaat sebagai pupuk atau media tanam.

Budi pun menyempurnakan gas temuannya. Agar lebih aman, ia mempertebal tabung hingga 5 mm; sebelumnya, 3 mm. Tabung bahan baku itu ia masukkan ke dalam drum yang sebagian permukaannya diberi air untuk menurunkan energi partikel metan (lihat ilustrasi). Dengan penambahan air, suhu gas turun sehingga mencegah tabung meledak. Tabung bahan baku berkapasitas 50 kg mampu menyalakan sebuah kompor selama 8 jam nonstop.

Jika kadar metana sekam 30%, 50 kg bahan baku setara dengan gas berbobot 15 kg. Selain sekam, beberapa bahan potensial lain adalah serbuk gergaji, kulit durian, jerami, dan klobot alias kulit jagung. Cara menyalakan kompor sama saja: meletakkan arang kayu membara di bagian dasar tabung dan mengaktifkan blower berkekuatan 5 watt.

Bagaimana jika listrik padam? Menurut Budi energi untuk blower dapat digantikan dengan aki atau baterai. Budi memasang press guege di tangki penampung gas untuk mengetahui ketersediaan tekanan gas. Dengan melihat alat itu pengguna kompor biogas tahu kapan harus menambah sekam.

Menurut Budi, kompor gas tenaga sekam sudah terjual 9 buah sejak diluncurkan pada Januari 2009. “Yang inden memesan sekarang ada 18 orang,” kata pria kelahiran Semarang 29 Mei 1963 itu.

Harga sebuah kompor dengan tangki 5 kg Rp3 juta. “Biaya produksi untuk membuat kompor sangat tinggi, terutama untuk pengadaan besi pelat setebal 5 mm,” kata Budi. n TRUBUS


Responses

  1. Apakah ini sama dengan yang di pamerkan di pameran teknologi tepat guna di semarang, setahu saya yang di pamerkan itu adalah hasil karya dari Depok, harganya berapa dan apakah ada dijual di Semarang.
    Terima kasih
    Suwignyo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: