Oleh: rioardi | Maret 17, 2009

Perubahan Iklim Munculkan Penyakit Tanaman Baru

Perubahan iklim telah memunculkan penyakit baru pada tanaman Kakao di Pulau Enggano yang disebut petani dengan `hitam buah`, kata Koordinator Program Yayasan Kanopi Supintri Yohar, yang melakukan pendokumentasian perubahan iklim di pulau terluar itu belum lama ini.

“Karena menurut pengakuan masyarakat penyakit ini belum pernah muncul sama sekali dan terori yang ada juga menyebutkan bahwa dampak perubahan iklim salah satunya memunculkan penyakit baru baik bagi tanaman maupun manusia,” katanya, Minggu.

Dari hasil dokumentasi Yayasan Kanopi tanaman Kakao petani di Pulau Enggano mulai terserang `hitam buah` dalam satu bulan terakhir.

Menurut petani setempat, kata dia, penyakit ini muncul setelah daerah tersebut dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

“Belum bisa dipastikan apakah penyakit ini muncul akibat curah hujan yang terlalu tinggi karena yang pasti petani di sana mengaku baru kali ini menemui penyakit seperti ini,” katanya.

Penyakit `buah hitam`, kata Supintri, menyerang buah kakao mulai dari buah muda hingga buah yang sudah bisa dipanen.

Dia mengatakan, yang menjadi keresahan petani setempat adalah serangan penyakit terhadap buah yang masih muda karena otomatis tidak akan bisa dipanen.

“Untuk sementara petani menanggulangi dengan memangkas buah yang terkena penyakit dengan harapan tidak menular ke buah yang lain,” katanya.

Selain munculnya penyakit baru, perubahan iklim di Pulau Enggano yang berhasil didokumentasikan pihaknya adalah perubahan cuaca yang tidak teratur.

“Petani dan nelayan di Enggano tidak bisa lagi memperkirakan musim, sebagaimana selama ini bisa diperkirakan dan ini berpengaruh dengan kegiatan pertanian dan nelayan, bahkan tidak sedikit yang gagal panen karena esktrimnya cuaca,” tambahnya.

Tujuan dokumentasi ini, kata dia, untuk memunculkan kesadaran masyarakat tentang aktivitas yang bisa memicu laju perubahan iklim, diantaranya penebangan hutan dan eksploitasi terumbu karang.

“Yang paling penting adalah kesiapan masyarakat menghadapi perubahan iklim karena merekalah yang merasakan dampaknya dan berhubungan langsung dengan aktivitasnya sehari-hari,” terangnya.(*)


Responses

  1. Makasih,ya bang udah nambah pengetahuan tentang iklim.
    Tapi,aku ga ngerti pengaruh antara hilangnya terumbu karang dan penyakit dan perubahan iklim.
    Bisa dijelasin ga,bang?
    Maklum,masih sem.2 masih ga tau apa2!
    He…he..9x!
    Thx,Sebelumnya Ya bang!!

  2. perubahan iklim menyebabkan cuaca yang tidak beraturan dan musim yang semakin lama semakin tidak teratur.. karna cuaca yang tidak lagi teratur maka penyakit-penyakit baru akan bermunculan seperti pada tulisan diatas… hal ini disebabkan karena penyakit-penyakit itu sudah resisten terhadap perubahan iklim yang sudah berubah… mengenai terumbu karang terumbu karang adalah komponen yang sangat penting dalam kehidupan laut… disitu tempat berbagai hewan, tumbuhan laut hidup … nah sama seperti hutan.. jikalau terumbu karang itu rusak…. dimana lagi hewan-hewan dan tumbuhan laut hidup??? ya gak…..

  3. Okeh2….!!!
    mAkaSih,yA banG,,!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: