Oleh: rioardi | Maret 13, 2009

Gubernur Jambi: Tangkap Harimau Sumatera!

Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin menginstruksikan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA untuk sesegera mungkin memasang perangkap guna menangkap harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masih berkeliaran dalam hutan di Jambi. Rencana ini dikecam kalangan aktivis lingkungan.

“Penanganan terhadap harimau yang telah menewaskan korban manusia sudah jelas. Harimau harus ditangkap,

Menurut Zulkifli, kebijakan ini dilakukan karena undang-undang menyatakan bahwa harimau tidak boleh dibunuh sehingga diambil jalan keluar supaya harimau ditangkap saja.

Setelah ditangkap, harimau akan dimasukkan ke Kebun Binatang Taman Rimba Kota Jambi untuk dipelihara. Pihaknya berencana menganggarkan biaya pemeliharaan harimau dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Provinsi Jambi. “Akan kita cari, dari sektor mana penganggaran tersebut dapat diambil,” ujarnya.

Bila tidak memungkinkan, pihaknya berencana menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk membantu biaya pemeliharaan satwa liar tersebut. Biaya pemeliharaan dan makan satu ekor harimau diperkirakan Rp 400.000 per bulan. “Jika harimaunya ada empat, berarti kebutuhannya Rp 1,6 juta per bulan,” ujarnya.

Kepala BKSDA Jambi Didy Wurjanto mengatakan, pemasangan jerat tidak akan dilakukan selama harimau masih berada dalam teritorinya. Selama ini, justru manusialah yang memasuki teritori harimau, dan membalak serta merambah hutan. Tindakan manusia tersebut sebagai penyebab tindakan agresif harimau belakangan ini.

“Hanya, jika harimau sudah memasuki wilayah permukiman masyarakat, kami baru akan mengamankan. Tapi selanjutnya harimau akan dilepas ke habitatnya kembali,” tutur Didy.

Artis yang juga aktivis lingkungan, Franky Sahilatua, yang berkunjung ke Jambi, Kamis, mengecam rencana tersebut. “Manusia yang merusak hutan itulah yang seharusnya ditangkap. Ini kok malah harimau yang mau ditangkap. Harimau kan memang hidupnya di hutan,” katanya.

Direktur Eksekutif Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Rakhmat Hidayat mengatakan, Gubernur semestinya tidak menginstruksikan penangkapan harimau dalam hutan. Rencana itu bertentangan dengan undang-undang mengenai konservasi.

Yang mendesak dilakukan oleh Gubernur saat ini, lanjutnya, adalah menyediakan ruang bagi satwa liar hidup dan berkembang biak secara nyaman dalam hutannya. Gubernur juga diminta menghentikan rencana konversi hutan alam menjadi hutan tanaman industri (HTI) yang mengakibatkan kerusakan pada hutan Jambi. “Semestinya Gubernur mendorong tata ruang Jambi yang tidak hanya mengakomodasi kepentingan manusia, tapi satwa liar juga. Pembalakan, perambahan liar, serta konservasi hutan alam menjadi HTI menjadi akar masalah konflik antara manusia dan satwa liar belakangan ini,” tuturnya.

rio berkata:
pak….. mendingan naangkap koruptor…….. dari pada harimau….. kasihan pak…. dah hampir punah harimau kita……


Responses

  1. Hmm… mas rio, kalo harimaunya gak ditangkep, gimana caranya loe mo nyelamatin hutan tanpa diterkam oleh harimau? lagipula, harimaunya kan akan ditampung di kebun binatang dulu, trus dibalikin lagi ke habitatnya. Semisalnya neh, ada ular masuk ke rumah mas rio, trus yang ngelepasin tetangga mas rio, trus mas rio ngapain? mukul tetangga mas rio atau tangkap dulu ularnya supaya gak nerkam orang serumah?? Mikir dunk! Semua juga tau yang salah koruptor, tapi kalo nangkap mereka, emangnya harimaunya gak jadi marah? Trus kembali lagi ke hutan dengan kemauan sendiri?? Tangkap dulu harimaunya baru selidiki pembalak liarnya… that’s the best way. Gubernur Jambi dah bener kok…

  2. Assalamualaikum wr wb
    mbka..mbak mei yang cantik!!. harimau itu punya rumah sendiri…. kalo masukin kekebun binatang berarti buat harimau jadi manja…. makan disediain…. semuanya ada….. butuh waktu berapa lama ????? mendingan harimaunya di tangkap trus di lepasin ke habitatnya lagi…. ingat mbak…. bukan harimau yang salah ia nyerang manusia.,…. tapi kita gak boleh sombong…. kita penyebab semua ini…..

  3. kan saya dah bilang ditampung dulu trus dibalikkin ke habitatnya lagi??? wah gak dibaca dengan teliti neh… soalnya klo harimau gak ditampung dulu, tar masuk kota. Dah pernah kejadian harimau masuk kota Jambi, waktu itu pake pagar betis ngatasinnya… Tentu aja gak mau lagi dunk Harimau masuk kota?? Ini memang salah manusia, tapi sebelum balikin harimau lagi, situasi dibuat aman dulu, buat semua dan buat si harimau. lagipula habitatnya gak bakal dibalikkin kesana lagi, palingan dimasukin ke cagar alam di tanjab, or TNKS (yang notabenenya bukan tempat si harimau yang mo ditangkap ini).

  4. ya udah mbak terserah mbak aja….. yang penting tu harimau jagan di bunuh….!!! salam kenal … save forest, world, water

    assalamualaikum

  5. saya mohon dgn sangat kpd pemprov jambi, tolonglah pak agar ada hutan khusus yg betul2 dijaga utk harimau2 itu, kasihan pak anak cucu kita nanti tdk dpt melihat lagi keelokan satwa tsb…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: