Oleh: rioardi | Februari 13, 2009

PACET DAN KEGUNAANNYA

lintahAssalamualaikum
Tulisan hari ini tentang pacet ni…. Kemaren waktu di hutan habis ni kaki digigit vampire darat…. Sampe di leher malahan… hiii…hi… nah saking gemesnya ane berpikir… ada berapa macam sih pacet di indonesia….. trus gimana hidupnya…. Nah untuk anak-anak kehutanan perlu tau ni supaya gak takut lagi digigit pacet…. Berikut sedikit tulisan tentang pacet dari berbagai sumber….
Lintah atau Pacet , adalah sejenis cacing yang banyak terdapat di hutan hujan tropis, tempat yang lembab, sungai, danau dan laut. Tempat-tempat camping yang dekat sungai dan air terjun, jalur pendakian yang lembab seringkali terdapat pacet.
Pacet memiliki alat penghisap berbentuk bulat di kedua ujung tubuhnya, di tengah-tengah alat penghisap bagian depan terdapat mulut dan juga memiliki gigi. Kebanyakan pacet hidup sebagai parasit dengan cara menghisap darah atau jaringan tubuh binatang lainnya untuk memperoleh makanannya. Ada juga yang hidup dengan makan sisa-sisa binatang dan tumbuhan.

Pacet menyerang korbannya dengan menggunakan alat penghisap bagian depan, melukai dan menghisap darahnya. Pacet penghisap darah menghasilkan suatu cairan yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan dan pengeringan darah sehingga mempermudah penghisapan.

Tubuh pacet terdiri dari beberapa bagian -bagian seperti cincin dengan panjang tubuh 2 hingga 20cm dan dapat mengerut maupun mengembangkan tubuhnya, dengan tubuh berwarna hitam, merah atau coklat, kadang bergaris atau berbintik. Pacet memiliki bagian tubuh yang peka cahaya, sentuhan, suhu dan cuaca. Pacet memiliki alat kelamin jantan dan betina.

Untuk melepas pacet atau lintah yang menempel gunakan air tembakau , abu rokok, atau air garam

Lintah atau pacet adalah sejenis cacing yang banyak terdapat di hutan hujan tropis, tempat yang lembab, sungai, danau, rawa dan laut. Di tempat-tempat berkemah yang dekat sungai, air terjun, dan jalur pendakian yang lembab, pacet mudah ditemukan. Mengingatkan pada salah satu kecamatan di wilayah mojokerto yaitu pacet dimana daerah itu merupakan daerah dataran tinggi dan banyak terdapat banyak lintah, mungkin ini salah satu asal mula mengapa dinamai pacet!
Tubuh pacet terdiri dari bagian-bagian seperti cincin yang dapat mengerut maupun mengembang, dengan tubuh berwarna hitam, merah atau berbintik. Bagian tubuh pacet peka cahaya, sentuhan, suhu, dan cuaca. Pacet memiliki alat pengisap berbentuk bulat di kedua ujung tubuhnya. Di tengah-tengah alat pengisap bagian depan terdapat mulut dan gigi. Kebanyakan pacet hidup sebagai parasit dengan cara mengisap darah atau jaringan tubuh binatang lain sebagai makanan. Ada juga yang hidup dengan makan sisa-sisa binatang dan tumbuhan.
Pacet menyerang korban dengan menggunakan alat pengisap bagian depan, lalu melukai dan mengisap darahnya. Pacet pengisap darah menghasilkan suatu cairan yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan dan pengeringan darah, sehingga mempermudah pengisapan. Efek ini merupakan akibat dari enzim yang diekskresikan oleh lintah. Enzim yang dihasilkan oleh lintah adalah Hyaluronidase.
Hyaluronidase pertama kali dikenalkan oleh Karl Meyer (1934) sebagai enzim yang mendegradasi hyaluronan. Hyaluronidase adalah kelompok dari enzim yang aktif pada pH asam dan netral. Berdasarkan spesifitasnya hyaluronidase dibagi menjadi dua kelompok, yaitu hyaluronidase yang non-spesifik dan yang spesifik mendegradasi hyaluronan. Enzim hyaluronidase dengan spesifitas mendegradasi hyaluronan mempunyai kegunaan yang sangat besar dalam ilmu pengetahuan dan kesehatan.
Hyaluronidase lintah (E.C. 3.2.1.36) yang merupakan endo-β-glukuronidase, mendegradasi hyaluronan dengan produk akhir tetrasakarida (produk utama) dan heksasakarida. Enzim ini diisolasi dari lintah Hirudo medicinalis dan spesifik untuk substrat hyaluronan. Hyaluronidase digunakan dalam bidang kesehatan untuk membantu penyebaran zat anastesi dan antibiotic serta sebagai inhibitor angiogenesis dalam pengobatan kanker. Potensi lintah pada bidang kesehatan sangat besar karena enzim yang dihasilkan dapat bersifat sebagai antibiotic.
Nah jangan takut lagi ama pacet ya….. banyak kan keguanaannya…..
Pustaka :
palabs.or.id/web/content/view/21/1/ – 18k
itgossips.com/cimie/lintah-pacet-sebagai-sumber-potensial-antibiotik-dan-anestesi
Assalamualaikum


Responses

  1. Asslamualikum.. Saya Mau tanya,, Trus kalo gigit pacet bs masuk k dalem tubuh? Klo bs b’bahaya buat tubuh tak?? Makasih atas info’a…

  2. saya mau cari pacet…tapi apakah ada yang jual…??..kalo ada harga perekor berapa??..tanks.

  3. Saya punya banyak pacet, yg sengaja saya kumpul, msh hidup, ukuran panjang kr2 2 atau 3cm, krn saya pernah dengar ada yg mau beli per ekornya =Rp5000,
    Ada yg tertarik?

  4. ok tlg kasih di no ini no hpx, 081245355530
    secepatx ok dtunggu.

  5. Msh ada yg butuh pacet.?? hub ke no 085718489812. Pacet hidup langsung dari hutan di Jawa Barat.

  6. Untuk yg membutuhkan lintah pacet (masih hidup) atau dalam bentuk minyak, khusus Jabotabek hub : 081318697317


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: