Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman :
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl).
Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial.
Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
Unsur Hara Makro
Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar
Unsur Hara Mikro
Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil
Unsur Hara Makro
Unsur hara makro meliputi:
N
P
K
Ca
Mg
S
Unsur Hara Mikro
Unsur hara mikro meliputi :
Fe
Mn
B
Mo
Cu
Zn
Cl
Fungsi Unsur Hara Makro (n-p-k)
Banyak para hobiis dan pencinta tanaman hias, bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan N, P dan K yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja atau dewasa/indukan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi masing-masing unsur tersebut :
Nitrogen ( N )
-Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
-Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri
-Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman
-Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun
-Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.
Phospat ( P )
-Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
-Merangsang pembungaan dan pembuahan
-Merangsang pertumbuhan akar
-Merangsang pembentukan biji
-Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
-Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )
Kalium ( K )
-Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
-Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit
-Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.
UNSUR HARA MIKRO YANG DIBUTUHKAN TANAMAN
Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil antara lain Besi(Fe), Mangaan(Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B), Klor(Cl). Berikut tuilsan dari Setio Budi Wiharto (09417/PN) dari UGM Jogjakarta.
A. Besi (Fe)
Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa digunakan adalah Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih ekonomis dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe porfirin. Kerja katalase dan peroksidase digambarkan secara ringkas sebagai berikut:
a. Catalase : H2O + H2O O2 + 2H2O
b. Peroksidase : AH2 + H2O A + H2O
Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.
B. Mangaan (Mn)
Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn dianggap dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering disemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih tempat dari logam yang satu ke organ lain yang membutuhkan. Mangaan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan nama pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit (MnSiO3). Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan adalah mineral sekunder terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 300 smpai 2000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua maupun valensi empat. Penggenangan dan pengeringan yang berarti reduksi dan oksidasi pada tanah berpengaruh terhadap valensi Mn.
Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas,ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman
berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.
C. Seng (Zn)
Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap dalm bentuk kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap lewat daun. Kadr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm, sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte (ZnCO3), zinkit (ZnO), wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin deaminase, super okside demutase (SOD), dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan dalam biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang.
Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan sering menyebabkan ketersediaaan Zn menurun. Tanah yang mempunyai pH tinggi sering menunjukkan adanya gejala defisiensi Zn, terytama pada tanah berkapur.
Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.
D. Tembaga (Cu)
Tembaga (Cu) diserap dalam bentuk ion Cu++ dan mungkin dapat diserap dalam bentuk senyaewa kompleks organik, misalnya Cu-EDTA (Cu-ethilen diamine tetra acetate acid) dan Cu-DTPA (Cu diethilen triamine penta acetate acid). Dalam getah tanaman bik dalam xylem maupun floem hampir semua Cu membentuk kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tanaman dan dalam xylem > 99% dalam bentuk kompleks.
Dalam tanah, Cu berbentuk senyawa dengan S, O, CO3 dan SiO4 misalnya kalkosit (Cu2S), kovelit (CuS), kalkopirit (CuFeS2), borinit (Cu5FeS4), luvigit (Cu3AsS4), tetrahidrit [(Cu,Fe)12SO4S3)], kufirit (Cu2O), sinorit (CuO), malasit [Cu2(OH)2CO3], adirit [(Cu3(OH)2(CO3)], brosanit [Cu4(OH)6SO4].
Kebanyakan Cu terdapat dalam kloroplas (>50%) dan diikat oleh plastosianin. Senyawa ini mempunyai berat molekul sekitar 10.000 dan masing-masing molekul mengandung satu atom Cu. Hara mikro Cu berpengaruh pafda klorofil, karotenoid, plastokuinon dan plastosianin.
Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif, berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain : pembungaan dan pembuahan terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk mongering serta batang dan tangkai daun lemah.
E. Molibden (Mo)
Molibden diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasi antara titik kritik dengan toksis relatif besar. Bila tanaman terlalu tinggi, selain toksis bagi tanaman juga berbahaya bagi hewan yang memakannya. Hal ini agak berbeda dengan sifat hara mikro yang lain. Pada daun kapas, kadar Mo sering sekitar 1500 ppm. Umumnya tanah mineral cukup mengandung Mo. Mineral lempung yang terdapat di dalam tanah antara lain molibderit (MoS), powellit (CaMo)3.8H2O. Molibdenum (Mo) dalam larutan sebagai kation ataupun anion. Pada tanah gambut atau tanah organik sering terlihat adanya gejala defisiensi Mo. Walaupun demikian dengan senyawa organik Mo membentuk senyawa khelat yang melindungi Mo dari pencucian air. Tanah yang disawahkan menyebabkan kenaikan ketersediaan Mo dalam tanah. Hal ini disebabkan karena dilepaskannya Mo dari ikatan Fe (III) oksida menjadi Fe (II) oksida hidrat.
Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase. Gejala yang timbul karena kekurangan Mo hampir menyerupai kekurangan N. Kekurangan Mo dapat menghambat pertumbuhan tanaman, daun menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambat. Gejala defisiensi Mo dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun menjadi kering kelayuan, tepi daun menggulung dan daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka lamina hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulang-tulang daun lebih dominan.
F. Boron (B)
Boron dalam tanah terutama sebagai asam borat (H2BO3) dan kadarnya berkisar antara 7-80 ppm. Boron dalam tanah umumnya berupa ion borat hidrat B(OH)4-. Boron yang tersedia untuk tanaman hanya sekitar 5%dari kadar total boron dalam tanah. Boron ditransportasikan dari larutan tanah ke akar tanaman melalui proses aliran masa dan difusi. Selain itu, boron sering terdapat dalam bentuk senyawa organik. Boron juga banyak terjerap dalam kisi mineral lempung melalui proses substitusi isomorfik dengan Al3+ dan atau Si4+. Mineral dalam tanah yang mengandung boron antara lain turmalin (H2MgNaAl3(BO)2Si4O2)O20 yang mengandung 3%-4% boron. Mineral tersebut terbentuk dari batuan asam dan sedimen yang telah mengalami metomorfosis.
Mineral lain yang mengandung boron adalah kernit (Na2B4O7.4H2O), kolamit (Ca2B6O11.5H2O), uleksit (NaCaB5O9.8H2O) dan aksinat. Boron diikat kuat oleh mineral tanah, terutama seskuioksida (Al2O3 + Fe2O3).
Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin. Di samping itu boron juga berperan dalam pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel, permeabilitas membran, dan perkecambahan serbuk sari. Gejal defisiensi hara mikro ini antara lain : pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar), mati pucuk (die back), mobilitas rendah, buah yang sedang berkembang sngat rentan, mudah terserang penyakit.
G.Klor(Cl)
Klor merupakan unsure yang diserap dalam bentuk ion Cl- oleh akar tanaman dan dapat diserap pula berupa gas atau larutan oleh bagian atas tanaman, misalnya daun. Kadar Cl dalam tanaman sekitar 2000-20.000 ppm berat tanaman kering. Kadar Cl yang terbaik pada tanaman adalah antara 340-1200 ppm dan dianggap masih dalam kisaran hara mikro. Klor dalam tanah tidak diikat oleh mineral, sehingga sangat mobil dan mudah tercuci oleh air draiinase. Sumber Cl sering berasal dari air hujan, oleh karena itu, hara Cl kebanyakan bukan menimbulkan defisiensi, tetapi justru menimbulkan masalah keracunan tanaman. Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang penting. Juga berperan dalam fotosistem II dari proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.
Adapun defisiensi klor adalh antara lain : pola percabangan akar abnormal, gejala wilting (daun lemah dan layu), warna keemasan (bronzing) pada daun, pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.
Sumber:
http://www.nasih.staff.ugm.ac.id/pnt3404/4%209417.doc
blora.org/forum/blog.php



assalamualaikum..,
kalau bisa buat tulisan yang ada hubungannya ttg administrasi negara jg donk,,
emg sich ne bkn jursn rio,,tp kalau ada info yg berhubungan dgn adm negara tlg di buat yach..
Oleh: ria on Maret 10, 2009
at 9:11 am
thanx ya bang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Oleh: itan on Maret 16, 2009
at 6:14 am
PAK TOLONG DONK DI BUAT JUGA BAGAIMANA KERJA UNSUR HARA DALAM TANAMAN DAN DIMANA LETAKNYA DALAM TUMBUHAN TRIMS
Oleh: LIAS HARAPAN on Mei 13, 2009
at 1:42 pm
tolong kirimi Q komposisi hara makro dan mikro pada air dong….
Oleh: wika on Juni 2, 2009
at 10:01 am
blognya bagus . . .
ditambahin dong komposisinya . . .
Oleh: triwieconan on Juli 21, 2009
at 3:09 am
knapa kmia tu slit seh?
Oleh: asnita on Juli 30, 2009
at 5:57 am
coa kimia ntu sgmpang bhsa ibu
Oleh: zara on Juli 30, 2009
at 5:59 am
bag.tolong kirimkan gejala kekahatan dari Fe itu sendiri.di tunggu
Oleh: ubaidillah on Oktober 14, 2009
at 4:23 am
apresiasi atas kompilasi fungsi unsur hara bagi tanaman. usul ada baiknya dibuatkan juga khusus utk tanaman kelapa sawit
Oleh: zulkarnain poeloengan on Oktober 15, 2009
at 2:32 am
TKB y bang.. TULisn’y aBg udh bntU tgs kul’y wnd.
Lanjutin dgn tULisn2 yg lain’y yc..
Oleh: Winda on Oktober 16, 2009
at 7:54 am
thanks ya bang!
Oleh: Deane on Oktober 20, 2009
at 1:24 pm
mkasih bang
Oleh: repolis on Oktober 27, 2009
at 1:18 pm
ada literatur/ referensi tentang kandungan n manfaat Natrium dalam tanah gak??? jg manfaat tuk tumbuhan..
aLL about Natrium dehh.. pLisss
Oleh: jannah on November 2, 2009
at 2:51 am
it’s very nice…
oke banget
Oleh: Aziz on November 2, 2009
at 2:44 pm
makasih bang… atas tulisannya,,,…
Oleh: jayu on November 8, 2009
at 4:19 am
hehehehehehe…
mang ini yang Q cari…
Oleh: cOoL_A' ic on November 10, 2009
at 11:48 am
KAK TOLONG DI BUATIN JUGA TENTANG GEJALA TANAMAN JIKA KELEBIHAN UNSUR HARA MIKRO DAN MAKRO THANKS…..
Oleh: SHULBI on November 20, 2009
at 7:32 am
tolong donk akibat kekurangan dan kelebihan unsur hara makro dan mikro
Oleh: aryanto on November 24, 2009
at 2:56 pm
keteresediaan unsur mikro dialam..yg lebih spesifik bos thnks….
Oleh: ermananda on November 29, 2009
at 12:18 pm
Ass.Wr.Wb
aq wati di jayapura,pak blogny bgs tp lbh bgs lg klw di masukin tan2 yg kekurang/kelebihan dr unsur2 hra yg dah ad,coz ni bgs bgt kami bs lbh ngerti mana perbedaannya.Mks
Oleh: Whaty on Desember 2, 2009
at 1:51 pm
makasih ka……….
Oleh: novi on Desember 30, 2009
at 4:09 am
Bg tlg kirimkan ,,ion-ion unsur hara pada tanah yg makro dan mikro.
Oleh: khairun on Januari 24, 2010
at 1:34 pm
pak tlg jelasin gejala kelebihan unsur hara. Trus bgm cara mengatasinya???
Oleh: Aan on Januari 25, 2010
at 7:25 am
Thank’s yahhh . . .
Oleh: Jalaud on Januari 27, 2010
at 2:49 am
kapan kita goooo seutuhnya pertanian organiokkk
Oleh: YUWAN on Maret 18, 2010
at 2:07 am
maksih yah
Oleh: rien on April 2, 2010
at 6:38 am
Thanks masss / mbakkk
Oleh: yansyah on April 15, 2010
at 1:30 am
sekalian di beri foto-foto tanaman yang kekurangan unsur hara , atau tanaman yang devisiensi unsur hara…..trims
semoga tetap exist
Oleh: dofier on April 21, 2010
at 4:27 pm
THAKS mas tas tulisan
Oleh: HETI YUNIARTI on April 26, 2010
at 10:40 am
MKCEH tas tulisanya
Oleh: HETI YUNIARTI on April 26, 2010
at 10:42 am
makasih banyak kk????????????
Oleh: ayhu on Mei 6, 2010
at 5:06 am
matur swun pak guru ilmune katah lan mantep
Oleh: tawo on Mei 9, 2010
at 1:18 pm
Terima kasih banyak Bp.Rio Ardi,
Selama setengah tahun ini banyak teman2
kami dibidang pupuk NASA organik telah
belajar dari blog Bapak..
Saya sendiri dulunya yang dibidang alat-
alat kesehatan disposible sendiri juga banyak
belajar dari tulisan Bapak..
Semoga tulisan-tulisan Bapak mendatang bisa banyak memberikan manfaat/wawasan bagi
para petani,pekebun Indonesia..
Salam Sukses dan Sehat Selalu..
SanKing..Medan
Oleh: SanKing Lie on Juni 16, 2010
at 12:50 pm
Saya SanKing Lie.Medan yang sedang
belajar dengan teman-teman kelompok
petani tentang pupuk Organik dengan
blog.www.sanking.co.cc dan email ..
oxyoxy28@gmail.com ingin sekali banyak
belajar dari teman yang sudah mengundung
blog Rio Ardi ini..
Terima Kasih sebelumnya..
Oleh: SanKing Lie on Juni 16, 2010
at 1:01 pm
thank bang?
Oleh: vendri on Juni 22, 2010
at 1:23 am
Lengkapi dg sumber unsur hra ny donk!
Oleh: Azwar on Juli 19, 2010
at 6:19 am
Untuk pupuk bisa gunakan pupuk hi tech yang sudah teruji pemakaian nya. dan dapat membuahkan di luar musim untuk beberapa macam tanaman. terutama unsur boron yg di kandung dalam pupuk bisa mencapai 5000 ppm sangat cocok untuk berbagai macam tanaman, terutama sawit dan juga tanaman semusim seperti cabai, satu cabang V bisa muncul 3 sd 5 tangkai buah. untuk lebih lanjut bisa cp. davemendrova@email.com
Thxs
Oleh: david on September 27, 2010
at 3:34 pm
makasiiiihhhhh yah……
Oleh: Lendy indria nugraha on Oktober 2, 2010
at 9:26 am
unsur p bisa didapat dari mana n bagamana caranya untuk mempertahankannya di dalam tanah???
mksh…….
Oleh: poel on Oktober 7, 2010
at 5:40 am
bgus.,.,.,.,.
yah muga menjadi ilmu yang bermanfaat,..
Oleh: suharyo on Oktober 19, 2010
at 3:21 pm
nice share
tengkyu so much
memberikan banyak ilmu yg berguna
Oleh: riyu wuri on Oktober 24, 2010
at 11:24 pm
terima kasih
Oleh: ahmad muhlisin on November 9, 2010
at 4:10 am
lebih jelas lg dunK infox,,
unsur” mAKrO…fngsi,kekeurangan.dan kleBihanx..
tp Thx infox
Oleh: elisa on November 19, 2010
at 7:07 am
makasih ats infonya….
^_^
Oleh: eny on November 21, 2010
at 10:24 am
saya mahasiswi jurusan pertanian..kalau boleh materi tentang unsur hara,,manfaatnya,,serta akibat jka kekurangan atau kelebihan tolong di lengkapi..
Oleh: Nindy on November 22, 2010
at 1:17 pm
makasih banyak……
Oleh: annisa on Desember 10, 2010
at 1:08 pm
mas mks udh menjabarin tentang unsur hara dalam tanah doain krn TA aq tentang unsur hara dalam tanah,,moga tulusannya dapat bantu aq biar cwpet selesai..
Oleh: Andye Raul on Desember 20, 2010
at 10:37 am
sekalian doank am pemakaian zatnya serta takaran setiap zat yang dipergunakan…. key!!!!!!!!!
thankzz
Oleh: ifah on Januari 13, 2011
at 5:34 am
thanks bg, untuk mengingat kembali ingatan yg udah pada lupa.
Oleh: said hsb on Januari 21, 2011
at 11:11 am
ass wrbb, nengok ikut membaca artikelnya, tks
Oleh: teguh stio utomo on Maret 31, 2011
at 2:42 am
bgai mna bca artikel kita
Oleh: reo bambang setujo on April 4, 2011
at 12:42 pm
pak,maaf bisa minta tolong, dibuatkan tulisan tentang pengaruh iklim dalam penyerapan unsur hara?terimakasih
Oleh: luce on April 4, 2011
at 1:27 pm
Info yg berguna. Lebih ringkas dari bukunya Franklin P. Gardner yg fisiologi tanaman budidaya walau kontennya sama aja. Gbu
Oleh: Polansky on April 30, 2011
at 9:10 am
Tulisan yang bagus dan berguna, terima kasih ya
Oleh: i ketut sukanata on Mei 5, 2011
at 3:10 pm
Assalamualaikum
Thanks Author ^^ akhirnya tugas ane siap
Oleh: noonataekey1823 on Mei 18, 2011
at 1:41 am
ok! thank You Good luck!
Oleh: yusra on Mei 28, 2011
at 4:50 am
oa sob kalo bisa ama gambarnya juga sekaligus biar mantap!
Oleh: yusra on Mei 28, 2011
at 4:52 am
from jogja , trims tulisan artikel ini sangat membantu untuk mengembangkan ilmu pertanian khusus petani pemula dan yang muda. ok
Oleh: agus beeges on Juni 11, 2011
at 2:19 am
tuisan yang sangat berguna bagi mahasiswa, umum, petani dll apalagi bagi perkebangan imu pertyanian trims ya…da bantu saya buat makalah tentang unsur hara,,,
Oleh: ma on Juni 22, 2011
at 1:33 pm
makasih ilmunya
Oleh: Lasty Florie Afnia on Agustus 9, 2011
at 6:12 am
thank for information
Oleh: gabriel on Agustus 11, 2011
at 8:02 am
unsur makro nya kurang lengkap tu gan..
coba di update lg biar pengunjung lebih puas,,
Oleh: Ali Faperta on Agustus 17, 2011
at 5:41 pm
makasih ilmunya……minta tolong di tampilkan juga sumber unsur hara alternatif
Oleh: rubiah on September 20, 2011
at 7:22 am
Thanx to your halp for us….
can you me about animal science..???
Oleh: Neves Joaozinho on Oktober 2, 2011
at 5:31 am
Thanx to your halp for us….
can you halp me about animal science..???
Oleh: Neves Joaozinho on Oktober 2, 2011
at 5:35 am
terimakasi ilmunya ya mas….
Oleh: Ripqi Lubis on Oktober 5, 2011
at 12:49 pm
makasi bnyak info na
Oleh: まさ きゆらし ルイドゥ on Oktober 24, 2011
at 9:20 am
Bagaimana dengan Tanaman cabai yang memiliki gejala seperti ini: daun yang tumbuh menjadi tebal dan sempit, dan kaku, dan menggulung, hampir seperti tdak ada helaian daun, warna msh tetap hijau, bunga tidak bisa mekar karena kelopak bunga menebal, sehingga mahkota bunga tidak mampu muncul..apakah ini gejala kelebihan atau kekurangan unsur2 tertentu?
Thanks.,,,,,mohon bantuannya….
Oleh: Antonius on November 7, 2011
at 6:30 am
ok
Oleh: Kyosuke Himuro Ciel on November 11, 2011
at 6:08 am
Thanks atas informasinya . . Sangat membantu sekali dilapangan. . .
Oleh: Dede jaenudin on November 11, 2011
at 1:36 pm
ya LUmayan dahh,,,, walaw gk lengkap.!!
Oleh: rinoyuhendra on November 14, 2011
at 11:16 am
ya lumayan lah gan,,,, walaw belum lengkap.!!
Oleh: rinoyuhendra on November 14, 2011
at 11:17 am
tanah kurang subur solusiny ap
Oleh: riyono on November 22, 2011
at 3:29 pm
Thank you ya….
atas pembuatan unsur hara mikro dan makro ini
moga berefek kepada seluruh kalangan yang masih memerlukan…
Oleh: Yovan on Desember 5, 2011
at 6:19 pm
makasih….tp klo bisa di lengkapi dengan semua faktor penddukung dan penghambat ketersediaannya dalam tanah. Bbu
Oleh: loncat on Desember 30, 2011
at 3:36 am
mmg bnr tanah itu mengandung bbrp unsr sprt yg tlh di jlskan di atas.tuk menanggapi pak antonius kemungkinan dr unsur tanah itu kekurangan unsur hara mikro pertumbuhan tumbuhan itu kurang maxsimal atau terhambat.tumbuhan yg kekurangan nutrisi nengakibatkan gagal panen,didlm bercocok tanam kt hrs tau keadaan tanah sprt kandungan Ph tanah/kadar keasaman tanah krn tanah di bg beberapa jenis contohny tanah liat n tanah berpasir di kedua contoh tanah td Ph tanahny sdh berbeda.mgkn bagi para petani yg ingin hasil panenny meningkat n tdk sllu gagal bs hub.085277255155
Oleh: suyadi on Januari 26, 2012
at 6:54 am
cara kinerja unsur hara itu bagaimana yah???
dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.
Oleh: Ardy Dinata Tambunan on April 11, 2012
at 4:25 am
unsurnya kok bukan 16 jumlahnya ya kk ??
unsur hara pada tanaman dan unsur hara yang terdapat didalam tanah sama ga ya kak ?
Oleh: Dikky on April 24, 2012
at 1:27 pm
THANKN”S,… SEMOGA SELALU BERMANFAAT,…
Oleh: IZANUL ULYA on Mei 7, 2012
at 11:31 pm
gak ada zat hara dalam tanah yaaa
Oleh: TATA on Mei 18, 2012
at 9:01 am
ih gk enak gk lengkap gk ada zat hara dalm tanah yaaaa
Oleh: TATA on Mei 18, 2012
at 9:02 am
thk’z untk info unsur harax,,,lbih tahu mngenai unsur2 yg di prlukan tnman..
TYM,
Oleh: Talangi Febrianty on Juni 7, 2012
at 2:47 am
terima kasih tulisanya. sangat membantu saya
Oleh: fadhline on Juni 22, 2012
at 9:13 am
thx.. nice info bang..
minta ijin copas ya..
Oleh: yosi saeful mikdar on Juli 28, 2012
at 12:48 am
gmna cara daun menyerap unsur hara yang ada di tanah??
Oleh: desak on September 22, 2012
at 5:26 am
thanks ya tugas gue skrng dah kelar
Oleh: rani on September 28, 2012
at 12:41 pm
makasih banyak telah berbagai
Oleh: herbal ace maxs on Oktober 2, 2012
at 1:02 pm
penggunaan pupuk organik ini penting untuk lebihdikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat,,,kita tidak boleh selalu bergantung pada bahan-bahan kimia…,,,,,,,,,
terimakasih banyak atas informaasinya……
Oleh: Ersan Sabiyl on Oktober 6, 2012
at 12:53 pm
kalau tentang kerugiannya ada ga bang?
Oleh: Ancha siregar (@Ancaregar) on Oktober 17, 2012
at 5:36 pm
[...] 2006. Enam Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman. Disadur dari http://rioardi.wordpress.com/2009/03/03/unsur-hara-dalam-tanah-makro-dan-mikro/. Pada 5 Mei 2011 Pukul [...]
Oleh: Dinamika Unsur Hara Makro di Dalam Tanah dan Tanaman | Just Agriculture on November 22, 2012
at 5:19 am
apa itu unsur hara primer dan skunder
Oleh: rahmi on Maret 21, 2013
at 10:08 pm
Ada unsur hara dalam tanah gambut gaak ?
Oleh: izmi on April 3, 2013
at 4:08 am